220 Seniman Pamerkan Karya Bertema Akar di Gedung MCC

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 19:02 WIB
TAHUN KETUJUH: Salah satu pengunjung memperhatikan beberapa karya seniman yang ditampilkan di lantai empat Malang Creative Center (MCC). (Darmono/Radar Malang)
TAHUN KETUJUH: Salah satu pengunjung memperhatikan beberapa karya seniman yang ditampilkan di lantai empat Malang Creative Center (MCC). (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Pameran rutin seni rupa dari Studio Dinding Luar berjudul Mini Art Malang memasuki tahun ketujuh. Kali ini, sebanyak 220 seniman menampilkan ratusan karyanya di lantai empat dan lima Gedung Malang Creative Center (MCC). Mengambil tema akar, seniman-seniman dalam pameran itu mengeksplorasi banyak hal. 

Mulai dari asal-usul diri, keluarga, tradisi lokal, cerita rakyat, identitas budaya, hingga kritik sosial terhadap persoalan kehidupan. Titik awal pameran masuk zona pertama. Di sana berisi ratusan karya dari 171 seniman yang banyak bermain dengan lukisan cat minyak dengan berbagai paduan warna. 

Tiap seniman banyak menampilkan sisi kehidupan. Mulai dari lukisan getaran janin dalam kandungan, gambaran kampung halaman, hingga proses pertumbuhan diri beserta bagian-bagian tubuh yang melemah. Di zona kedua, ada 12 seniman muda yang berpartisipasi. 

Mereka mengusung tajuk ”Merenda Masa Depan”. Sekaligus memamerkan karya kolaborasi dari berbagai kota. Seperti Gorontalo, Jogjakarta, Denpasar, hingga Jakarta. 

Secara khusus, tema kali ini bercerita tentang banyak perspektif seniman terkait akar. Secara harfiah, akar adalah bagian tumbuhan yang berfungsi sebagai fondasi.

”Tapi kalau ditelaah lebih jauh, akar adalah sumber kehidupan tumbuhan, begitu kira-kira para seniman di sini mencoba menerjemahkan akar secara filosofis dan simbolis sesuai pengalaman hidup mereka,” ujar Akhmadi Budi Santoso, Kurator Malang Mini Art.

Zona ketiga berisi seniman dari Kota/Kabupaten Pasuruan yang bergiliran mengisi khusus area eksplorasi satu daerah. Sementara di zona keempat, pengunjung dibawa menuju eksplorasi seni yang lebih beragam. 

Sebab ruang itu khusus menampilkan tugas akhir dari mahasiswa seni dari kampus-kampus di Jawa Timur. Termasuk dari Universitas Negeri Malang (UM) dan Universitas Brawijaya (UB) sebagai perwakilan dari Malang. ”Khusus di zona lima, ada pameran tunggal dari Happy Wahyu Firdaus, alumnus UB,” lanjut Budi. 

Seniman muda itu banyak memusatkan perhatiannya pada isu-isu perempuan dan sosial masyarakat. Dalam praktik berkaryanya, dia banyak mengangkat tema-tema tentang perempuan dan dinamika sosial masyarakat. 

Terakhir, ada zona enam yang menutup lawatan seni dengan kolaborasi seniman berbagai daerah. Dari Jogjakarta, Jakarta, hingga Gorontalo menyumbangkan dua seniman terbaik untuk menampilkan karyanya. Sekaligus melepas pengunjung untuk menikmati akhir pameran dari seniman muda. (aff/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
gedung mcc kota malang pameran seni di MCC Gedung MCC pameran seni