Wali Kota Malang Minta Kampus Gelar Tes Psikologi  

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:00 WIB
ANTISIPASI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong seluruh perguruan tinggi di Kota Malang menerapkan tes psikologi untuk para Maba.
ANTISIPASI: Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mendorong seluruh perguruan tinggi di Kota Malang menerapkan tes psikologi untuk para Maba.

MALANG KOTA -RADAR MALANG- Tes psikologi yang dilakukan Universitas Brawijaya (UB) untuk mahasiswa baru (maba) diharapkan bisa diterapkan perguruan tinggi lain. Hal itu untuk mencegah salah satunya tindakan bunuh diri. Dengan skrining tersebut, akan diketahui bagaimana kondisi psikis para mahasiswa.

 Untuk diketahui, UB melaksanakan skrining kesehatan mental kepada seluruh maba mulai tahun ini. Jumlahnya mencapai 17 ribu jiwa. Tes itu dilakukan secara luring sebelum memasuki masa pengenalan mahasiswa baru.

 Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi tindakan skrining tes kesehatan mental yang digelar UB. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu solusi untuk mencegah terjadinya tindakan bunuh diri. ”Kami akan koordinasi dengan kampus lain, agar dilakukan hal serupa,” ujarnya.

 Terkait skrining kesehatan mental, Wahyu mengatakan, itu merupakan wewenang masing-masing kampus. Namun, karena memberikan manfaat yang luas. Harapannya bisa diadopsi seluruh institusi-institusi pendidikan di Kota Malang.

 ”Memang ini kebijakan dari kampus, tapi saya rasa cukup positif. Paling tidak ada langkah mitigasi dari kampus,” tuturnya. Dia menambahkan, konsep tes psikologi ini akan dibahas pada forum rektor. Sehingga akan menjadi pertimbangan pemimpin perguruan tinggi.

 Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof Drs H Junaidi MPd PhD menyampaikan, pihaknya memastikan akan melakukan tes psikologi kepada maba. Saat ini, kampus swasta itu masih melakukan proses pendaftaran. ”Menjelang masuk kuliah pertama, kami akan melakukan tes psikologi kepada seluruh maba,” terangnya.

 Junaidi menekankan, mahasiswanya berasal dari berbagai daerah. Bukan hanya dari Malang Raya saja. Namun ketika terjadi bunuh diri, nama Kota Malang akhirnya ikut tercoreng. "Kami ikut menekan, karena ketika ada tindakan bunuh diri. Sedikit banyak mengurangi reputasi Kota Malang,” tandasnya. (adk/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Pemkot Malang tes psikologi mahasiswa baru