Musim Maba Dimulai, Kunjungan di Mal Meningkat sampai 30 Persen

Nabila Amelia • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:14 WIB
OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung Matos meningkat sejak pekan lalu sebelum PKKMB dimulai. (Darmono/Radar Malang)
OKUPANSI MENINGKAT: Pengunjung Matos meningkat sejak pekan lalu sebelum PKKMB dimulai. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Selain sektor hunian, sektor perdagangan seperti pusat perbelanjaan juga ikut merasakan dampak kehadiran mahasiswa baru (maba) di Kota Malang. Mall Director Malang Town Square (Matos) Fifi Trisjanti menyebut, tempat sudah dipenuhi para maba sejak pekan lalu sampai sekarang.

”Okupansi kunjungan kami meningkat di angka 25 persen sampai 30 persen,” sebut Fifi. Fifi pun turut bersyukur dengan kondisi yang terjadi. Terlebih lagi tenant di Matos didominasi UMKM. Dengan demikian, kehadiran maba bisa turut mendongkrak ekonomi dari UMKM.

Fifi menyampaikan, Matos biasanya dipadati maba seusai menjalani PKKMB. Misalnya pada sore hari sampai malam hari. ”Mereka banyak yang mengunjungi Hypermart untuk berbelanja kebutuhan di kos sampai ke stan-stan yang menjual kuliner,” pungkasnya.

Di tempat lain, SPV Marketing sekaligus PIC Management Kost Tomoland Agung Rizki mengatakan, kamar kos yang disediakan saat ini sudah penuh. Total ada 500 kamar yang dikelola Tomoland di kawasan Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. 

”Yang menyewa untuk musim maba tahun ini sekitar 250 orang. Kami sampai menolak anak-anak yang masih mencari kos,” kata dia. Agung menjelaskan, alasan pihaknya menolak para penyewa karena proyek rumah kos yang baru seperti di kawasan Sumbersari dan kawasan Soekarno-Hatta (Soehat) belum bisa menyerap permintaan maba.

Menurut Agung, banyak yang bertanya-tanya rumah kos di tempatnya karena tidak jauh dari lingkar kampus. Selain dekat dengan lingkar kampus, ada beberapa fasilitas kos yang diminati para maba.

Mulai kamar mandi dalam, full furnished, terdapat peralatan elektronik, terletak di dalam perumahan yang aman, dekat masjid, dan dekat tempat sejuk untuk jogging pagi atau sore.

Beberapa fasilitas itu juga terdapat di kamar kos yang dikelola Tomoland. ”Dengan fasilitas-fasilitas tersebut kurang lebih range harga kamar antara Rp 1,4 juta sampai Rp 1,75 juta per bulan,” sambung Agung. (mel/by)

 

 

Editor : Bayu Mulya Putra
PKKMB UB PKKMB UM musim maba kota malang okupansi mal malang hari ini