Lingua Franca: Amprah, Istilah Lawas dari Serapan Bahasa Belanda

Biyan Mudzaky Hanindito • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:52 WIB
Lingua Franca: Amprah, Istilah Lawas dari Serapan Bahasa Belanda
Lingua Franca: Amprah, Istilah Lawas dari Serapan Bahasa Belanda

 

”Senenge pas amprah tok. Barang eroh tagihan mlaku rodok yokpo ngono." 

 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Istilah ini tak cukup familiar untuk generasi sekarang. Namun bagi generasi lama, istilah ini biasa digunakan. Merujuk pada upaya pemasangan instalasi baru.

 

Bisa instalasi listrik atau PDAM. Usut punya usut, amprah merupakan serapan dari Bahasa Belanda. Maknanya yakni permintaan atau permohonan. Asal mula katanya yakni Aanvrag.

 

”Permohonan yang pakai kata amprah itu konteksnya di ranah-ranah birokrasi. Biasanya urusan terkait pemerintahan,” kata Peneliti Bahasa asal Universitas Negeri Malang (UM) Nurenzia Yannuar. Sesuai dengan asal mula istilah, dapat dipastikan kata Aanvrag sudah mulai dikenal warga pribumi, termasuk Malang Raya pada era kolonial Belanda.

 

Seiring berjalannya waktu, terjadi penyesuaian penulisan dan pelafalan. Hingga akhirnya menjadi istilah amprah. Nurenzia menyebut, istilah itu kini tak lagi umum diucapkan. Terutama pada generasi muda.

 

Pasalnya, di Bahasa Indonesia ada istilah 'permohonan'. ”Tapi kalau generasi tua masih ada yang pakai. Yang saya dengar masih ada pejabat dari Pemkab Malang masih memakai istilah tersebut,” tandas dia. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
amprah bahasa belanda malang istilah