MALANG KOTA, RADAR MALANG - Upaya perawatan ruang terbuka hijau (RTH) terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Salah satunya yakni RTH eksisting atau yang sudah ada di Jalan Sumba atau yang dekat dengan RSI Aisyiyah.
Nanti di sana ada pemeliharaan menggunakan skema dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp 700 juta dari RSI Aisyiyah. Penggunaan CSR itu juga dilakukan di calon RTH di Jalan Bondowoso.
Di sana, direncanakan terdapat CSR dari Karoseri Adiputro. Namun, masih dalam tahap pembahasan. ”Kalau sampai tahun 2027 belum ada perkembangan, kemungkinan akan kami tanami dulu,” tutur Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang.
Senada dengan dia, Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyatakan bahwa upaya-upaya penambahan RTH yang dilakukan sudah berjalan baik. Sesuai dengan koordinasi bersama legislatif.
Di samping itu, Dito juga menyarankan penambahan RTH dari permukiman-permukiman padat penduduk. ”Misalnya kalau di dapil saya di kawasan Kelurahan Ketawanggede dan Kelurahan Dinoyo,” sebut legislator Dapil Lowokwaru tersebut.
Selanjutnya, penambahan RTH dari perumahan vertikal. Caranya dengan menginventarisasi taman-taman yang berada di rumah penduduk sampai rooftop.
Dito juga sependapat dengan pendataan RTH privat dari kampus-kampus di Kota Malang. Nantinya bisa dilakukan dengan skema kerja sama.
Meski secara perhitungan tidak bisa menyumbang banyak. ”Tapi kampus-kampus di Kota Malang kan banyak. Misalnya saja ITN, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Negeri Malang (UM),” pungkasnya. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra