Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sopir Angkutan Pelajar di Malang Digaji Per Hari

A
SUDAH DISEPAKATI: Sejumlah armada angkutan pelajar parkir di mini block office Kota Malang, Kamis lalu (27/8). 
SUDAH DISEPAKATI: Sejumlah armada angkutan pelajar parkir di mini block office Kota Malang, Kamis lalu (27/8). 

Advertisement

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Sopir angkutan pelajar dipastikan mendapat penghasilan tetap. Mereka bakal menerima gaji per hari dari koperasi. Perhitungannya dilakukan berdasar jarak tempuh. 

Untuk diketahui, pelaksanaan angkutan pelajar akan dimulai Senin pekan depan (31/8). Proses penandatanganan kontrak program sudah dirampungkan Kamis lalu (27/8). Sebanyak 96 armada akan mengisi 15 rute yang telah ditentukan.

 

Advertisement

DIGAJI VIA KOPERASI: Armada angkutan pelajar bakal beroperasi mulai Senin pekan depan (31/8)
DIGAJI VIA KOPERASI: Armada angkutan pelajar bakal beroperasi mulai Senin pekan depan (31/8).

Sekretaris Koperasi AL Setia Kawan Bambang Sonearjo menyebut, sistem penggajian per hari itu merupakan keputusan koperasi dan pihak angkot. Itu bertujuan agar para sopir bisa memenuhi kebutuhan operasional, yaitu pembelian BBM. 

Secara teknis, sopir akan dibayar per kilometer, bukan siswa yang diangkut. Satu kilometer senilai Rp 6.700. ”Nanti tinggal dihitung berapa kilometer mereka jalan, sudah terekam di aplikasi. Kemudian dikalikan tarif per kilometer,” ujar dia. 

Advertisement

Hingga kemarin, koperasi belum menerima anggaran dari Pemkot Malang. Meski begitu, pihaknya memastikan akan memberikan gaji per hari. ”Jika anggaran belum cair, koperasi akan memberi talangan dulu. Kemungkinan pencairan dari dishub per minggu,” terang Bambang.

Terkait pembagian rute, koperasi sudah menyusun jadwal sopir per rute untuk hari Senin. Hari selanjutnya, jadwal akan disusun bertahap. Penjadwalan itu berdasar nomor pelat kendaraan. ”Kebetulan saya Senin mendapatkan rute nomor 10. Nanti akan diacak agar adil,” imbuh Bambang. 

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menekankan, sesuai kontrak, pembayaran akan dilakukan sesuai kinerja. Dalam angkutan pelajar, artinya pembayaran dihitung per kilometer.

Jaya menegaskan, anggaran yang disediakan Rp 1,9 miliar tidak harus habis dalam setahun. Karena itu merupakan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). Saat pelaksanaan, ada kemungkinan anggaran yang terserap di bawah angka tersebut. 

”Saya tekankan sopir jangan nakal, menambah titik rute agar dibayar lebih banyak. Di aplikasi sudah jelas jalur yang harus ditempuh, ketika ditambah atau dikurangi, artinya pelanggaran,” tegas Jaya. (adk/by)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

73 Angkot Pelajar Sudah Dilengkapi GPS

73 Angkot Pelajar Sudah Dilengkapi GPS

Persiapan teknis untuk program angkutan pelajar terus dikebut. Hingga pekan ini, sudah ada 73 angkot yang dipasangi GPS. Alat tersebut digunakan sebagai sistem pemantauan saat program angkutan pelajar beroperasi.

Ada Masukan agar Angkot Pelajar Tak Mengangkut Penumpang Umum saat Jam Sekolah

Ada Masukan agar Angkot Pelajar Tak Mengangkut Penumpang Umum saat Jam Sekolah

Masukan itu bertujuan untuk meminimalkan kecemburuan dengan sopir angkot yang tidak terpilih untuk program pemkot tersebut.

Dua Hari Lagi Angkot Pelajar Beroperasi di Kota Malang, Ini Kata Pemerintah

Dua Hari Lagi Angkot Pelajar Beroperasi di Kota Malang, Ini Kata Pemerintah

Pelaksanaan angkutan pelajar tinggal menghitung hari. Jika tak ada aral, kick off program tersebut dimulai dua hari lagi, yakni Rabu lusa (12/8). Kini persiapannya tinggal memasuki tahapan akhir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer