MALANG, RADAR MALANG – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang tengah berupaya mengejar target nasional aktivasi Identitas Kependudukan Digital atau IKD. Pemerintah pusat menetapkan target 30 persen warga sudah mengaktifkan KTP digital ini sepanjang tahun 2026.
KTP digital sendiri merupakan versi elektronik dari kartu identitas fisik yang bisa diakses lewat aplikasi di ponsel pintar. Warga tidak perlu lagi membawa kartu fisik ke mana-mana karena data kependudukan bisa ditampilkan langsung dari layar HP.
Langkah ini sejalan dengan upaya digitalisasi layanan publik yang terus digencarkan pemerintah daerah. Selain IKD, Dispendukcapil Kota Malang juga tengah menyiapkan aplikasi digital baru yang rencananya bisa diunduh lewat Play Store untuk mempermudah pengurusan dokumen kependudukan.
Baca Juga: Cukup Tunjukkan KTP! Ini 8 Restoran di Malang yang Bagi-Bagi Makanan Gratis saat Kamu Ulang Tahun
Kepala Dispendukcapil Kota Malang, Dahliana Lusi Ratnasari, sempat memaparkan rencana ini dalam Forum Konsultasi Publik Pelayanan Administrasi Kependudukan yang digelar di Mal Pelayanan Publik Merdeka. Forum ini menjadi ajang menyerap masukan warga sekaligus mensosialisasikan berbagai inovasi yang sudah berjalan.
Selama ini, Dispendukcapil juga aktif menjemput bola ke berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari sekolah, kelurahan, hingga lembaga pemasyarakatan, semua pernah jadi lokasi layanan keliling untuk mempermudah warga mengurus dokumen kependudukan tanpa harus datang ke kantor.
Meski aktivasi KTP digital digenjot, capaian dokumen kependudukan konvensional di Kota Malang masih menunjukkan kesenjangan. Kepemilikan akta kelahiran untuk usia 0 sampai 18 tahun sudah mencapai sekitar 97 persen, tetapi untuk keseluruhan penduduk baru berkisar 75 sampai 80 persen. Kelompok lanjut usia menjadi salah satu sasaran utama yang masih perlu didorong.
Target 30 persen aktivasi IKD ini menjadi tantangan tersendiri, mengingat tidak semua warga familiar dengan teknologi digital, terutama kelompok usia lanjut. Sosialisasi yang masif dan berkelanjutan pun menjadi kunci agar target tersebut bisa tercapai sesuai rencana.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah, Ini Syarat dan Cara Membuat KTP Baru
Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber