MALANG KOTA, RADAR MALANG – Gaji sopir angkutan pelajar di Kota Malang bakal dihitung dari jarak tempuh. Skemanya bakal disalurkan Koperasi AL Setia Kawan, operator yang ditunjuk Pemkot Malang.
”Hitungannya per kilometer tinggal dilakukan berapa kali masuk dalam satu minggu kemarin,” kata Harianto, Bendahara Koperasi AL Setia Kawan. Jika melihat rute terpendek angkutan pelajar, sopir bisa meraup minimal Rp 315 ribu per pekan.
Rute terpendek yaitu 6,2 kilometer. Kalau perjalanan pulang pergi, sopir bisa menempuh jarak 12,4 kilometer per jari. Dengan tarif Rp 5.300 per kilometernya, sopir mendapatkan Rp 63 ribu per hari. Dikalikan lima hari waktu sekolah, gaji yang didapat senilai Rp 315 ribu.
Lebih lanjut, armada angkutan pelajar bakal bertambah dalam waktu dekat. Bingbing mengatakan, koperasi tengah menyiapkan kontrak tahap kedua untuk 10 sampai 15 sopir angkutan pelajar. Kemungkinan mereka akan beroperasi mulai pekan depan.
”Saat ini baru 66 kendaraan, sedangkan kebutuhannya 96 kendaraan. Kami akan tambah secara bertahap setelah memenuhi syarat,” tambah dia. Karena armada bertambah, otomatis kebutuhan penggajian sopir juga meningkat.
Untuk itu, koperasi tengah menyusun pencairan dana untuk termin kedua. ”Kami antisipasi jangan sampai telat, karena minimal teman-teman sopir butuh operasional untuk BBM,” ucap Bingbing.
Soleh, salah satu sopir angkutan pelajar mulai merasakan dampak positif program tersebut. Meski belum menerima pencairan gaji, sopir dipastikan mendapatkan honor tetap. Salah satu perubahannya adalah mereka tidak lagi perlu mengejar setoran.
”Sekarang tidak perlu kebut-kebutan cari penumpang. Yang ditekankan pemkot kemarin adalah memberikan layanan terbaik kepada pelajar,” ungkapnya. Setiap hari, Soleh bisa mengangkut hingga 10 pelajar. Perjalanan kemudian dilaporkan melalui aplikasi sebagai bagian dari sistem pengawasan program.
Pola kerjanya kini lebih teratur. Pagi hari Soleh mengantar pelajar ke sekolah. Setelah tugas selesai, dia beristirahat di rumah. Kemudian sesuai jadwal, dia berangkat lagi pada sore hari untuk menjemput pelajar. ”Sekarang benar-benar tidak memikirkan target. Tidak seperti dulu,” pungkasnya. (adk/by)
Editor : Bayu Mulya Putra