Halangi Drainase, Pabrik Karet di Kelurahan Pandanwangi Bongkar Bangunan Secara Mandiri

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:03 WIB
DIBONGKAR SECARA MANDIRI: Pembongkaran bangunan di atas saluran drainase dilakukan CV Anugerah Bumi Sejahtera (ABS) di Jalan Simpang LA Sucipto Nomor 24, Kelurahan Pandanwangi, kemarin. (Darmono/Radar Malang)
DIBONGKAR SECARA MANDIRI: Pembongkaran bangunan di atas saluran drainase dilakukan CV Anugerah Bumi Sejahtera (ABS) di Jalan Simpang LA Sucipto Nomor 24, Kelurahan Pandanwangi, kemarin. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Penanganan dan pencegahan banjir terus dilakukan. Terbaru, Pemkot Malang mendapatkan bantuan dari pihak eksternal. Ada pelaku usaha yang melakukan pembongkaran mandiri terhadap bangunan di atas saluran drainase di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, kemarin. 

Lokasi persisnya berada di pabrik karet CV Anugerah Bumi Sejahtera (ABS) yang beralamat di Jalan Simpang LA Sucipto Nomor 24, Kelurahan Pandanwangi. Bangunan yang dibongkar sepanjang 200 meter. Lebarnya sekitar 1,5 meter. 

Sebelumnya, bangunan tersebut menutupi sebagian saluran drainase Sengkaling Kiri. Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Dandung Djulharjanto menuturkan, pembongkaran itu merupakan kesepakatan antara masyarakat, pemilik usaha, dan Pemkot Malang. Pemilik pabrik karet itu akhirnya sepakat membongkar bagian tembok untuk memperlancar aliran drainase. 

Dalam prosesnya, Dandung menyampaikan bahwa pihaknya tetap memberikan bantuan. Yakni memfasilitasi penyewaan alat berat dan teknis pembongkaran bangunan. Untuk seluruh kebutuhan operasional ditanggung pemilik usaha tersebut. 

”Pembongkaran ini merupakan kolaborasi pemerintah, pemilik bangunan, dan masyarakat untuk mengurangi risiko banjir,” tutur dia. Kolaborasi itu diharapkan bisa menjadi contoh penanganan banjir merupakan tanggung jawab bersama. Tentunya membutuhkan dukungan aktif masyarakat dan pemilik bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang Heru Mulyono menambahkan, pembongkaran mandiri itu beranjak dari merupakan keluhan warga sekitar. Dalam dua tahun terakhir drainase di sana dilaporkan tersumbat. Akibatnya, rumah warga di Perumahan The Cluster Nirwana sering terendam banjir.

”Harapan kami tidak terjadi banjir lagi di Perumahan Nirwana. Ketika saluran semakin lebar, artinya debit air yang dialirkan semakin banyak,” tuturnya. Tak hanya pembongkaran bangunan, tindakan lain yang akan dilakukan adalah normalisasi sungai di wilayah tersebut. 

Pengawas Pabrik Karet CV ABS Sumarlik menuturkan, pihaknya mematuhi apa yang menjadi kesepakatan antara pemkot dan masyarakat.

Karena bertujuan supaya lingkungan sekitar tidak banjir lagi. ”Bentuk komitmen dan kepedulian kami pada lingkungan. Intinya apa yang ditentukan oleh Pemkot Malang kami patuh,” terangnya. 

Sumarlik menambahkan, pabrik karet itu berdiri sejak 1980-an. Memiliki karyawan dari awal 100, kini tinggal 10 orang.

 Pembangunan di atas saluran irigasi Sengkaling Kiri, sudah ada sejak 2010 silam. ”Terkait hal lainnya mohon maaf kami belum bisa berkomentar apa-apa lagi,” pungkasnya. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
drainase dibongkar mandiri CV Anugerah Bumi Sejahtera (ABS) Drainase Pemkot Malang