Kalau di daerah lain lebih familiar dengan kata cipokan, warga Malang Raya punya istilah tersendiri yang lebih khas.
Yakni kopitan. Istilah tersebut masuk dalam boso walikan.
Dimulai dari kata dasar cipok yang kemudian di balik menjadi kopic. ”Karena dalam boso walikan itu yang diutamakan adalah pelafalan yang enak, kopic bergeser menjadi kopit,” terang Pemerhati Bahasa Malangan Restu Respati.
Imbuhan ’an’ seperti di istilah cipokan tak diubah. Posisinya tetap ditaruh di belakang kata kopit, jadilah istilah kopitan. ”Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), cipok diartikan sebagai ciuman yang berbunyi. Kemungkinan istilah cipok itu juga berasal dari bunyi yang dihasilkan dari aktivitas berciuman,” imbuh dia.
Baca Juga: Lingua Franca: Gak Keslem
Dalam ilmu linguistik, itu masuk dalam teori onomatope. Atau, teori kemunculan sebuah istilah baru yang berasal dari tiruan bunyi. Restu memprediksi bahwa istilah kopitan mulai familiar di Malang Raya sejak tahun 1960-an. ”Akhiran an itu ditujukan untuk menegaskan sebuah aktivitas,” tutup Restu. (biy/by)
Editor : Aditya Novrian