Tiga Wilayah di Kota Malang Diusulkan Punya Titik Parkir Baru

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 16:02 WIB
MASUKAN DEWAN: Jalan Veteran jadi salah satu area yang diusulkan ada penambahan titik parkir baru. (Darmono/Radar Malang)
MASUKAN DEWAN: Jalan Veteran jadi salah satu area yang diusulkan ada penambahan titik parkir baru. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Kantong parkir milik Pemkot Malang dianggap perlu ditambah. Kalangan legislatif melihat setidaknya ada tiga titik yang membutuhkan tempat parkir baru. Di antaranya Jalan Soekarno-Hatta (Soehat), Jalan Veteran, dan Jalan Kawi.

Untuk diketahui, Pemkot Malang sebelumnya telah membangun kantong parkir baru di Kajoetangan Heritage pada 2025 lalu. Pembangunan fasilitas itu dilakukan untuk menampung jumlah wisatawan yang terus meningkat setelah dilakukan pengembangan di kawasan tersebut.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Dito Arief Nurakhmadi menyampaikan, lambat laun tiga titik di atas membutuhkan kantong parkir seperti di Kajoetangan.

Dia mencontohkan di kawasan Soehat. Berbagai sektor ekonomi dan tempat usaha terus tumbuh di sana. Mulai kuliner, hiburan, hingga fashion.

Sementara titik parkir di area tersebut masih belum memadai. Itu bisa dilihat dari banyaknya kendaraan yang akhirnya terparkir di trotoar. ”Di Soehat nanti setelah trotoar dipercantik, saya yakin akan menjadi masalah,” tuturnya.

Dito menegaskan, kantong parkir di Soehat cukup terbatas. Banyak pelaku usaha yang menyediakan kantong parkir tidak sesuai dengan kapasitas. Untuk itu, perlu ada perencanaan pengerjaan kantong parkir baru.

”Kantong parkir di Soehat bisa menggandeng pihak ketiga atau disiapkan sendiri Pemkot Malang,” ujarnya. Masalah serupa, lanjut Dito, juga terjadi di Jalan Veteran.

Ketika ada momen menyambut mahasiswa baru, otomatis kendaraan membeludak hingga bahu jalan. Padahal itu merupakan salah satu tindakan parkir liar. 

Tak hanya disebabkan kampus, maraknya parkir liar di titik tersebut juga terjadi karena area Jalan Veteran hingga Jalan Bandung merupakan kawasan pendidikan. Kemacetan sering terjadi saat jam pulang dan berangkat sekolah. 

”Jika pihak kampus melarang mahasiswa membawa masuk ke areanya, itu artinya kapasitas di dalam tidak menampung,” tegas legislator dapil Lowokwaru itu. Dengan demikian, dibutuhkan opsi pembangunan gedung parkir baru di Jalan Veteran

Jika di Soehat pemkot bisa bekerja sama dengan pelaku usaha untuk mengerjakan gedung parkir, di Jalan Veteran opsi yang memungkinkan yakni bekerja sama dengan perguruan tinggi. ”Karena kampus juga terbukti membutuhkan area parkir untuk mahasiswanya,” tandas Dito.

Sedangkan untuk Jalan Kawi, potensi untuk dikembangkan masih cukup besar. Sama seperti Kajoetangan, Jalan Kawi memiliki sisi historis yang cukup tinggi.

Di situ juga merupakan salah satu pusat kuliner di Kota Malang. Namun permasalahannya masih sama, kantong parkir yang terbatas. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
jalan soehat malang jalan kawi malang dprd kota malang jalan veteran malang parkir kota malang