Anggaran Pelatihan Dipangkas, Lapas Wanita Gandeng Pihak Swasta

Andika Satria Perdana • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 15:08 WIB
ANGGARANNYA DIPANGKAS: Sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan II A Malang mengikuti agenda pelatihan rutin, kemarin. Pelatihan itu digelar setiap pekan. (Darmono/Radar Malang)
ANGGARANNYA DIPANGKAS: Sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan II A Malang mengikuti agenda pelatihan rutin, kemarin. Pelatihan itu digelar setiap pekan. (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Efisiensi anggaran tak menurunkan frekuensi pelatihan untuk warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan II A Malang.

Pihak Lapas menggandeng swasta agar warga binaan tetap mendapatkan pelatihan selama hari kerja. Salah satunya dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Ganesha. 

Untuk diketahui, pemerintah pusat juga mengambil kebijakan efisiensi di bidang Lapas. Itu membuat 26 ribu petugas Lapas tidak bisa melaksanakan pembinaan secara berkala. Selain itu, frekuensi pelatihan warga binaan juga ikut mengalami pengurangan. 

Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Endang Margiati menyebut, pemangkasan anggaran pelatihan warga binaan sudah dilakukan sejak 2025.

Normalnya, pelatihan dilakukan empat kali dalam sepekan, namun dikurangi hanya dua kali. ”Tahun ini anggaran tidak ada sama sekali untuk pelatihan,” ujar dia. 

Dengan kondisi itu, sesuai instruksi pemerintah pusat, Lapas Malang bekerja sama dengan swasta. Beruntung, LKP Ganesha memberikan pelatihan secara gratis kepada warga binaan. Namun pelatihan yang diberikan berbeda dibanding sebelumnya. 

”Ada enam kegiatan pelatihan gratis dengan LKP Ganesa. Sebagai bekal warga binaan agar tidak mengulangi kejahatan ketika kembali ke masyarakat,” tutur Endang. Pelatihan yang diajarkan seperti pembuatan keripik singkong dan pembuatan kue.

Selain enam pelatihan baru, Endang menyebut ada dua produk dari warga binaan yang menghasilkan pendapatan rutin. Yaitu menjahit dan membatik. Untuk menjahit, Lapas Perempuan Malang telah bekerja sama dengan beberapa pelaku usaha. 

”Kami kerja sama dengan CV Bintang Bersinar dan Giri Palma untuk mengambil pesanan dari mereka. Seperti sarung bantal dan baju olahraga,” terangnya. Kemudian produksi batik juga telah dipasarkan di beberapa tempat. 

Di antaranya pernah mengikuti pameran Kementerian Perindustrian dan Dirjen Pemasyarakatan. Produk batik warga binaan juga dipamerkan di Hotel Grand Mercure Mirama Malang.

”Kami sedang berkomunikasi dengan total lainnya untuk memamerkan produk batik. Warga binaan kami menghasilkan batik tulis,” pungkas Endang. (adk/by)

Editor : Bayu Mulya Putra
lapas malang malang hari ini lapas sukun malang Lapas Perempuan Pelatihan Warga Binaan