Berita Terbaru Ekonomi Internasional Kesehatan Kriminal-Kasuistika Lifestyle Malang Raya Nasional Olahraga Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Politik-Pemerintahan Sosok Wisata-Kuliner

BS Paparkan Nama-Nama Bandar Judi Bola

Mardi Sampurno • 2022-06-16 18:00:26
MATCH FIXING: Empat terdakwa kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur mengikuti sidang secara daring dari Lapas Lowokwaru kemarin. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR MALANG )
MATCH FIXING: Empat terdakwa kasus pengaturan skor sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur mengikuti sidang secara daring dari Lapas Lowokwaru kemarin. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR MALANG )
MALANG KOTA – Sidang kasus mafia bola kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang kemarin siang. Agendanya pemeriksaan empat terdakwa pengaturan skor Liga 3 Zona Jawa Timur.Dalam pemeriksaan itu, terdakwa BambangSoeryoadmojo (BS), membuat cerita dan menyebut nama-nama bandar judi dari luar negeri yang kerap mengatur skor pertandingan di Indonesia.

Selain Bambang, tiga terdakwa juga dihadirkan secara daring dalam sidang kemarin. Mereka adalah Dimas Yopy Perwira Nusa, 33, Imam Arif Huda, 42, dan Ferry Afrianto, 47. Pada Senin lalu (13/5), ketiganya sudah bersaksi di bawah sumpah, sehingga semua sepakat bahwa kesaksian pada hari itu sekaligus dianggap sebagai keterangan terdakwa.Tinggal Bambang saja yang memberikan keterangan sebagai status terdakwa kemarin.

Pria asal Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso itu pun menceritakan proses pengaturan skor pertandingan antara Gresik Putra (Gestra) Paranane FC melawan Persema Malang pada 15 November 2021. Pertandingan tersebut berakhir dengan skor 5-1 untuk kemenangan Laskar Ken Arok.

Satu malam sebelumnya, Bambang mengaku menerima telepon dari Dimas Yoppy (terdakwa lain).Bambang mendapat tawaran Rp 30 juta untuk mengatur skor agar Persema kalah 1-0 pada pertandingan babak pertama.”Waktu itu saya tidak mengiyakan, tapi minta segera ke Malang,” terang Bambangmenjawab pertanyaan jaksa.

Satu jam kemudian, Bambangmenerima telepon dari bendahara timGestra, yakni ZhaEkaWulandari. Lewat telepon itu, Zha meminta tolong diberi tahu nama-nama pemainnya terlibat skenario pengaturan skor.Sehari kemudian, Bambangdan Zha bertemu di sebuah rumah makan di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Lowokwarudan membicarakan pengaturan skor tersebut.Pada akhirnya, Zha tidak bersedia ikut proyek pengaturan skor sekaligus menolak uang yang ditawarkan Bambang.

Hari itu, Bambang juga bertemu dengan Dimas Yoppy yang menjanjikan kedatangan seorang bandar judi.Awalnya dia tidak mengetahui sosok bandar yang dijanjikan.Setelah datang, ternyata yang disebut bandar itu adalah HeriPras (hingga kini masih buron). ”Kalau HeriPras saya tahu. Dia itu runner yang biasa menjadi kaki tangan bandar di lapangan,” ujarnya.

Bambang lantas menyebut nama-nama bandar asing yang biasa mempekerjakan HeriPras.Di antaranya Bern, David, Michael, dan Chip.Menurutnya, bandar-bandar itu masuk Indonesia sejak musim 2010-2011, ketika dualisme Liga berlangsung. ”Saat itu bandar yang masuk berasal dari Malaysia, Latvia, Serbia, dan China. Saya juga yang buka pintunya,” ungkapnya.

Pria berkepala plontos itu juga membuat pengakuan yang cenderung membela diri.Menurutnya, momentum di Malang kala itu hendak dimanfaatkan untuk menangkap bandar judi.Bambang sempat berharap Bern untuk datang.

Namun rencana itu gagal lantaran Bambang dan kawan-kawannyatidak berhasil melobi dua pemain Gestra ataupun mencari seseorang yang bisa diajak mengaku sebagai pemain Persema supaya skenario penangkapan berhasil.”Bandar tidak akan turun ke lapangan jika tidak bertemu dengan pemain, jajaran manajerial, atau pelatih suatu tim sepak bola,” tandasnya. (biy/fat) Editor : Mardi Sampurno
#terdakwa #Liga #mafia bola #jawa timur