Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bocah Korban Ledakan Petasan di Kasembon Masih Dirawat Intensif

Bayu Mulya Putra • Selasa, 14 Maret 2023 | 18:36 WIB
BELUM BOLEH PULANG: Muhammad Sarifuddin, 10, mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). (Dinkes Kabupaten Malang For Radar Malang)
BELUM BOLEH PULANG: Muhammad Sarifuddin, 10, mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). (Dinkes Kabupaten Malang For Radar Malang)
MALANG KABUPATEN - Satu dari tiga korban luka akibat ledakan petasan di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Sabtu lalu (11/3/2023), masih dirawat intensif. Dia adalah Muhammad Sarifuddin, bocah yang masih berusia 10 tahun.

Sarif mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Kediri (RSKK). ”Dia mengalami luka benjolan di bagian kepala atau keningnya,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang dr Wiyanto Wijoyo.

Korban lainnya yang bernama Riski Abdullah telah membaik, dan kini berlanjut rawat jalan. Sebelumnya, bocah berusia 14 tahun itu mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Madinah, Kasembon.

Satu korban lainnya, yakni Lukman, hanya mengalami luka ringan. Pasca ledakan, bocah berusia 4 tahun itu hanya dirawat di rumah.

Karyadi, anggota Yayasan Relawan Kasembon Peduli Sosial menambahkan, pihaknya turut membantu merujuk salah satu korban ke RSKK. Sebab, korban mengalami beberapa luka di tubuhnya.

|Baca Juga :

Korban Petasan di Kasembon Jadi Tulang Punggung Keluarga

Meliputi luka pada bagian kepala, goresan di sekujur tubuh, sakit di kaki kanan, dan perut. ”Informasi yang saya dapatkan Minggu lalu (12/3), anaknya masih belum bisa keluar dari RSKK,” kata dia.

Seperti diketahui, kasus ledakan petasan di Kasembon memakan satu korban jiwa. Korbannya bernama Ahmad Hasan Rifai, 18, warga RT 7, RW 11, Dusun Pulosari, Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon. (Bersambung di halaman selanjutnya)



Dia dinyatakan meninggal Sabtu malam (11/3), sekitar pukul 21.30.

Kasus itu terus didalami pihak kepolisian. Untuk mengetahui penyebab pasti ledakan di sana, Polres Batu masih menunggu hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.

”Paling cepat (hasil Labfor) bisa dua minggu atau bisa sampai satu bulan,” kata Kasat Reskrim Polres Batu AKP Yussi Purwanto.

Pasca kejadian, dia menyebut bila petugas penjinak bahan peledak (Jihandak) Polda Jatim langsung menuju lokasi. ”(Minggu dini hari) sekitar pukul 02.00 sampai ke lokasi,” jelasnya.

|Baca Juga :

Petasan yang Meledak di Kasembon Disiapkan untuk Hari Raya Idul Fitri

Dari kasus itu, tiga rumah di sekitar lokasi ikut terdampak. Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Fahil Mutadiin yang berada di sekitar lokasi juga terdampak. Gerbang bagian belakang dan beberapa jendelanya rusak.

Akibat ledakan itu, aparat mengestimasi nilai kerugian material sekitar Rp 100 juta. ”Kemungkinan bisa kurang, bisa juga lebih,” terangnya.

Dari hasil pendalaman awal, diketahui bila petasan yang diracik korban disiapkan untuk bulan Ramadan. Kabarnya, petasan tersebut dipakai sendiri oleh korban, tidak diperjualbelikan. (mel/iza/by)

  Editor : Bayu Mulya Putra
#Petasan Kasembon #ledakan mercon kasembon #ledakan petasan