BANTUR, RADAR MALANG – Warga Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dikejutkan suara ledakan keras pada Senin pagi (27/4). Sumber ledakan berasal dari rumah milik Sumpaji (57) yang diduga menjadi sasaran pelemparan bom ikan atau bondet oleh orang tak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut kini dalam penanganan pihak kepolisian. Hingga saat ini, pelaku dan motif aksi masih dalam penyelidikan.
Kepala Desa Bantur Nanang Kosim mengatakan, kejadian berlangsung sekitar pukul 06.00. Saat itu, kondisi rumah dalam keadaan kosong dan lingkungan sekitar relatif sepi.
“Pemilik rumah sudah tinggal di Kecamatan Gedangan. Saat kejadian, rumah terkunci dan tidak ada orang di dalam,” ujarnya.
Minimnya saksi membuat kronologi pasti kejadian belum terungkap. Warga baru mengetahui setelah mendengar ledakan keras, kemudian keluar rumah untuk mencari sumber suara. Namun, pelaku sudah tidak terlihat.
Sejumlah warga sempat melihat sebuah mobil melintas sebelum kejadian. Kendaraan yang dicurigai adalah Toyota Kijang Innova berwarna hitam tanpa pelat nomor.
“Bondet dilempar ke teras depan rumah. Mobilnya warna hitam, tanpa pelat nomor. Belum diketahui berapa orang di dalamnya,” jelas Nanang.
Baca Juga: Dua Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Bank Pelat Merah di Malang Segera Dijatuhi Vonis
Akibat ledakan tersebut, bagian depan rumah mengalami kerusakan cukup parah. Kaca jendela pecah, kusen rusak, dan sejumlah ubin teras hancur. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp 50 juta.
Meski pemilik rumah tidak lagi menempati bangunan tersebut, sebelumnya rumah itu masih dihuni anaknya. Namun, sekitar satu bulan terakhir kondisi rumah sudah kosong.
Pihak desa menduga ada latar belakang persoalan pribadi di balik kejadian tersebut. Meski demikian, dugaan tersebut masih belum dapat dipastikan.
“Kemungkinan ada masalah dengan keluarga pemilik. Tapi ini masih dugaan, dan sepenuhnya ditangani pihak kepolisian,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bantur AKP Totok Suprapto belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini ditulis belum mendapatkan respons. Polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif aksi teror tersebut. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian