Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Massa Pendukung Pak Dur Dirikan Posko Solidaritas

Biyan Mudzaky Hanindito • Selasa, 5 Mei 2026 | 13:54 WIB
EKSPRESI DUKUNGAN: Banner untuk Hadi Wiyono alias Pak Dur terpasang di posko solidaritas, kemarin siang.
EKSPRESI DUKUNGAN: Banner untuk Hadi Wiyono alias Pak Dur terpasang di posko solidaritas, kemarin siang.

SUMBERPUCUNG, RADAR MALANG – Polemik gerbang Bendungan Lahor di Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, kian memanas. Setelah penetapan Hadi Wiyono alias Pak Dur, 48, sebagai tersangka pada 27 April lalu, dukungan dari warga mulai bermunculan. Salah satunya dengan didirikannya posko di sekitar gerbang bendungan.

Posko tersebut disebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus wadah komunikasi bagi warga yang mendukung Pak Dur. Pendirian posko dilakukan beberapa hari setelah pemeriksaan tersangka oleh kepolisian.

Seperti diketahui, Pak Dur ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pengancaman dan perusakan fasilitas portal pembayaran berbasis kartu uang elektronik di Bendungan Lahor pada 30 Maret 2025.

Baca Juga: Produk Rengginang Sambigede Sumberpucung Ekspansi Pasar hingga Papua, Owner Beberkan Tips Ini

Dalam perkara tersebut, tersangka bersama beberapa orang diduga merusak sejumlah fasilitas, seperti palang pintu (boom gate), rantai, serta pembatas jalan. Atas perbuatannya, yang bersangkutan dijerat Pasal 488 ayat (1) KUHP tentang dugaan kekerasan atau ancaman kekerasan, dengan ancaman pidana maksimal satu tahun penjara.

Penasihat hukum Pak Dur, M Sholeh, menyampaikan bahwa posko didirikan pada Kamis (30/4) lalu. Menurutnya, keberadaan posko bertujuan untuk memberikan ruang informasi sekaligus membangun kesadaran warga terkait persoalan tersebut. ”Posko ini untuk membangun kesadaran warga bahwa persoalan ini bukan hanya terkait individu,tetapi juga menyangkut kepentingan bersama,” ujarnya.

Selain sebagai tempat berkumpul, posko juga dimanfaatkan untuk aktivitas komunikasi, termasuk melalui siaran langsung di media sosial. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menyampaikan perkembangan kasus kepada masyarakat.

Baca Juga: Bendungan Lahor Karangkates Malang Batasi Kendaraan Melintas

Lebih lanjut, pihaknya menyebut posko juga menjadi sarana konsolidasi jika terdapat perkembangan lanjutan dalam proses hukum yang dijalani kliennya. Mengingat, perkara tersebut masih berproses di kepolisian.

”Ada kekhawatiran jika klien kami ditahan, maka komunikasi dengan masyarakat akan terhambat. Karena itu, posko ini juga menjadi sarana koordinasi,” imbuhnya.

Hingga saat ini, proses hukum terhadap tersangka masih berjalan. Sementara itu, aktivitas di sekitar gerbang Bendungan Lahor tetap berlangsung seperti biasa dengan pengawasan pihak terkait. (biy/adn)

Editor : A. Nugroho
#polemik Bendungan Lahor #boom gate