Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Satpam Tewas Ditusuk Maling di Cemorokandang, Anak Ungkap Kronologi Mat Suhadi Pukul Pelaku Pakai Senter

Nabila Amelia • Senin, 11 Mei 2026 | 17:49 WIB

 

Anak kedua korban, Harianto, menunjukkan foto Mat Suhadi dengan ibunya. (Nabila Amelia/Radar Malang)
Anak kedua korban, Harianto, menunjukkan foto Mat Suhadi dengan ibunya. (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Keluarga satpam Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Mat Suhadi, 51, masih terpukul setelah korban meninggal dunia akibat ditusuk maling saat berusaha menggagalkan pencurian kusen aluminium di kawasan Cemorokandang. Sebelum tumbang, Mat Suhadi disebut sempat melawan pelaku menggunakan senter.

Peristiwa berdarah itu terjadi di bawah flyover Jalan Raya Cemorokandang pada Sabtu malam (9/5). Saat itu Mat Suhadi mengejar pelaku pencurian yang membawa kusen aluminium menggunakan sepeda motor. Duel antara korban dan pelaku berakhir tragis setelah Mat Suhadi mengalami luka tusuk serius.

Anak Korban Ceritakan Detik-Detik Pengejaran Maling

Anak kedua korban, Harianto, menceritakan sebelum kejadian ayahnya sempat meminta minum kepada kerabat. Tidak lama kemudian, seorang tetangga melintas dan memberi tahu ada seseorang membawa kusen aluminium dari area perumahan.

Mendapat informasi tersebut, Mat Suhadi langsung mengambil senter dan menuju lokasi untuk memastikan kondisi di sekitar perumahan.

“Ternyata benar, ada kusen jendela yang diambil dari kantor pemasaran,” ungkap Harianto.

Baca Juga: Polisi Buru Pelaku Penusukan-Pencurian Kusen Galvalum di Cemorokandang  

Setelah memastikan adanya pencurian, Mat Suhadi mengajak anaknya melakukan pengejaran. Mereka kemudian berpencar untuk mempersempit pergerakan pelaku. Harianto menyisir area kebun, sementara ayahnya bergerak ke arah jalan raya.

Pelaku akhirnya berhenti di bawah flyover untuk membenahi posisi kusen yang diikat di sepeda motor. Kesempatan itu dimanfaatkan Mat Suhadi untuk mencoba menangkap pelaku.

“Dari cerita saksi, bapak katanya sempat memukul pelaku dengan senter. Selanjutnya terjadi perkelahian,” imbuh Harianto.

Korban Sempat Tidak Berteriak Maling

Harianto menduga minimnya bantuan warga saat kejadian karena ayahnya sempat tidak berteriak meminta pertolongan. Akibatnya, beberapa pengendara yang melintas mengira perkelahian tersebut hanya pertengkaran biasa.

“Mungkin dikiranya hanya pertengkaran biasa. Kalau dari awal berteriak maling mungkin bisa dimassa,” tuturnya.

Korban baru berteriak maling setelah mengalami luka tusuk. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian berdatangan dan berusaha memberikan pertolongan.

Baca Juga: Masuk Kamar Asrama Putri dan Modus Pijat, Kiai Gedangan Malang Nodai Santriwati

Mat Suhadi sempat dilarikan ke RSUD Dr. Saiful Anwar dan menjalani operasi. Namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi (10/5).

Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap

Kepergian Mat Suhadi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Istri korban, Poniti, disebut tidak kuasa menahan tangis setelah mendapat kabar suaminya meninggal dunia.

Harianto berharap pelaku pencurian sekaligus penusukan itu segera tertangkap dan dihukum berat atas perbuatannya.

“Kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya karena sudah menghilangkan nyawa bapak saya,” tegasnya.

Di mata keluarga dan warga sekitar, Mat Suhadi dikenal sebagai pribadi pendiam, namun sangat peduli terhadap keluarga dan memiliki hubungan baik dengan para tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Editor : Aditya Novrian
#Mat Suhadi #satpam tewas #maling kusen #cemorokandang #Kota Malang