NGANTANG – Kandang ayam di Dusun Claket, Desa Pagersari, Kecamatan Ngantang ludes dilalap si jago merah, Senin malam (11/5). Hewan ternak ikut terpanggang. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko menjelaskan, kobaran api diketahui warga sekitar pukul 22.30. Saat itu, kandang ayam tersebut sedang dalam keadaan sepi alias hampir tidak ada orang di lokasi.
“Waktu itu pemilik kandang mendapati api sudah membesar. Dia beserta beberapa warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya,” terang dia.
Akan tetapi upaya mereka tidak sepenuhnya berhasil. Setidaknya tidak sampai merembet ke bangunan lain. Namun api makin berkobar karena bangunan seluas 7 x 25 meter tersebut didominasi dari konstruksi berbahan kayu. Menyadari upayanya sia-sia, sekitar pukul 23.25 pemilik kandang menghubungi Damkar Kabupaten Malang.
Satu unit mobil pemadam dari Pos Damkar Pujon diberangkatkan pada 23.30. Armada tiba lokasi sekitar pukul 00.25 dini hari (kemarin, 12/5), melebihi standar waktu pelayanan minimum 15 menit sampai lokasi kebakaran.
Kurang lebih selama 55 menit api dipadamkan sampai akhirnya betul-betul padam. Pada pukul 01.20, pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya. Tidak ada sumber api tersembunyi lagi.
Andik memperkirakan, pemilik kandang, Ghovinda mengalami kerugian materi sekitar Rp 50 juta.
“Kerugian berdasar keterangan pemilik. Di dalam kandang itu ada banyak ayam, tapi kami tidak mendata berapa ekor di dalam sana,” ujar dia.
Lalu apa yang menyebabkan terjadinya kebakaran? Andik menduga disebabkan korsleting listrik.
“Dugaan kami dari panel listrik di sana,” kata dia.
Dia mencatat, kebakaran kandang selama lima bulan ini sebanyak 4 kali, termasuk yang di Ngantang. Tiga kejadian di kandang ayam, sementara sekali kandang kambing. Dua kali karena oven atau penghangat kandang berbahan bakar arang kepanasan, lalu dua kali disebabkan korsleting listrik. Kerugian materi dari kandang terbakar pun tidak sedikit, yaitu antara Rp 50 juta sampai Rp 1,5 miliar. Total dari 4 kejadian kebakaran kandang menyebabkan kerugian senilai Rp 2,6 miliar.(biy/dan)
Editor : Mahmudan