SINGOSARI – Ledakan kembali terjadi di Bumi Kanjuruhan. Setelah ledakan di Kepanjen yang menewaskan 1 orang pada Sabtu lalu (23/5), kasus serupa kembali terjadi di Desa Klampok, Kecamatan Singosari. Enam orang mengalami luka-luka akibat peristiwa yang melanda pada Minggu malam (24/5).
Sebelumnya, ledakan mercon terjadi di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Dia adalah Sarbini, 48, peracik petasan. Kepolisian kini masih mendalami kasus tersebut. Belum selesai dengan kasus yang hampir merobohkan rumah korban tersebut, satu kejadian ledakan kembali terjadi.
Kapolsek Singosari AKP Achmad Zainuddin mengatakan, peristiwa yang merusak rumah Arifin, 26, itu terjadi sekitar pukul 20.30. Malam itu, polisi mendapati enam korban dalam ledakan tersebut. Selain Arifin, juga menimpa Yatin, 52; Nurviantiyah, 25; ML, 15; KE, 3; dan FE, 10.
“Arifin kritis dengan luka bakar parah. Sekarang sedang dirawat di RSSA Malang. Sisanya luka sedang dan sempat dirawat di RS Marsudi Waluyo, tapi sekarang sudah pulang,” kata Zainuddin.
Mulanya polisi menduga ledakan itu berasal dari tabung gas elpiji. Namun setelah melihat kerusakan rumah yang nyaris hancur di bagian tengah sampai belakangnya, polisi mencurigai bukan ledakan gas LPG.
Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ulang pada Senin lalu (25/5), disimpulkan bahwa ledakan akibat petasan alias mercon.
“Kami menemukan beberapa selongsong mercon jenis renteng di lokasi kejadian,” sebut Zainuddin. Diduga Arifin membuat mercon di bagian belakang rumah.
Sementara lima korban lain ada di ruang tamu depan saat kejadian. Luka-lukanya diduga berasal dari runtuhan material atap rumah. Hingga kini belum diketahui apa pemicu ledakan tersebut.
Kini, polisi masih melakukan penyelidikan. Sejumlah saksi sudah diperiksa.
“Mereka (para saksi) tahunnya korban bekerja sebagai petani dan peternak kambing,” imbuh dia. Sementara untuk korban luka sedang yang sudah pulang masih belum bisa dimintai keterangan karena masih trauma.(biy/dan)
Editor : Mahmudan