Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Enam Kecamatan di Malang Ini Rawan Curanmor

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 27 Mei 2026 | 13:33 WIB
Motor hasil curian pelaku yang sudah diamankan Polres Malang
Motor hasil curian pelaku yang sudah diamankan Polres Malang

 

KEPANJEN – Angka kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) meningkat. Pelakunya pun semakin berani. Untuk beraksi, mereka tak lagi menunggu di tempat sepi. Di keramaian pun mereka berani melibas korbannya.

Dalam kurun empat bulan, Januari-April 2026, Polres Malang menangani 29 kasus. Meningkat dibanding periode yang sama pada 2025 lalu, yakni 20 kasus.

”Dari 29 kasus, kami mengamankan 27 tersangka. Dua pelaku di antaranya merupakan residivis kasus serupa,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar kemarin.

Untuk lokasi beroperasi, kepolisian mencatat didominasi kecamatan urban. Mayoritas yang masuk zona merah curanmor di wilayah Malang Utara.

“Selama dua tahun ini yang selalu ada kasus curanmor ya di Karangploso, Pakis, Lawang, Singosari, Dau, dan Wagir,” kata Hafiz. Selain enam kecamatan tersebut, wilayah lain yang juga tercatat ada kasus curanmor adalah Kepanjen, Turen, Tumpang, Gondanglegi, Pagelaran, Dampit, Donomulyo, dan Kalipare.

Dia mengungkap, kejahatan semacam itu juga makin dilakukan secara frontal. Biasanya, pelaku akan menggasak motor yang parkir di halaman rumah. Tapi kini di tempat-tempat umum makin marak.

“Sekitar 80 persen kejadian curanmor ada di tempat umum. Baik itu di tempat parkir yang penjaganya lengah, di tepi jalan, juga di halaman masjid yang pemiliknya meninggalkan motor untuk ibadah,” sebut dia. Selain itu, ada juga pencurian motor di area perkebunan dan sawah namun jumlahnya sedikit.

Selama dua tahun pula, kepolisian tidak mendapati adanya perubahan dalam modus pelaku beraksi. Umumnya mereka merusak rumah kunci menggunakan kunci T dan memakai kunci palsu.

Merusak rumah kunci dalam hal ini bisa menggunakan magnet untuk memutar penutup slot kunci dan memasukkan kunci T. Atau membongkar rumah kunci untuk memotong kabel listriknya.

“Kalau kunci palsu ini trennya semakin kecil. Itu karena belum tentu kuncinya pelaku sesuai dengan motor korban. Akhirnya pakai kunci T dan merusak rumah kunci itu makin banyak,” kata dia. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#kriminalitas malang #Malang rawan curanmor #malang hari ini