KARANGPLOSO – Penyelidikan kasus dugaan pembuangan bayi di Jalan Raya Desa Bocek, Karangploso pada 21 Mei lalu mulai menemui titik terang. Berdasarkan keterangan saksi dan temuan di lapangan, polisi menduga bayi tersebut hasil hubungan gelap dua sejoli muda.
”Sudah ada petunjuk dari keterangan saksi,” ujar Kapolsek Karangploso AKP Sumantri Wibisono kemarin (27/5).
Seperti diberitakan, pada 21 Mei lalu, warga Dusun Bocek Krajan, Desa Bocek menemukan jenazah bayi dalam sebuah kantong plastik. Kantong berwarna merah tersebut tergeletak sisi kanan jalan dusun tersebut.
Dari hasil pemeriksaan medis oleh petugas Puskesmas Karangploso, bayi tersebut baru lahir di dunia sekitar 2 jam sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa. Tanda-tanda berupa masih ada tali pusar di perut korban menjadi indikatornya.
Setelah menerima laporan, polisi mulai meminta keterangan saksi. Juga mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Saksi yang diperiksa adalah Sania, warga Desa Bocek yang menemukan jenazah bayi tersebut.
Kepada polisi, Sania menjelaskan bahwa sekitar pukul 09.30, dia berjalan kaki dari rumahnya di sebuah perumahan di Bocek atas, menuju sekolah anaknya. Dalam perjalanan itulah Sania menemukan bayi yang sudah meninggal dunia.
“Dia (Sania) sempat melihat sepeda motor Honda Beat warna hitam kombinasi biru, dengan sepasang laki-laki dan perempuan tampak bingung naik turun terus di dekat lokasi pembuangan,” kata dia.
Sepintas terlihat, sepasang sejoli itu berusia muda. Diperkirakan usia 20 sampai 30 tahun. Awalnya Sania tidak menaruh curiga soal keberadaan dua orang naik motor tersebut. Beberapa jam kemudian, ketika melintas ternyata sudah ramai orang mengelilingi kantong merah di sisi kanan jalan itu.
Pihaknya menduga ada hubungan antara sejoli bingung itu dengan jenazah bayi tersebut. Sumantri menyebut ciri-ciri sejoli muda itu asing bagi warga sekitar.
“Kemungkinan orang luar Bocek. Bisa jadi pasangan yang tinggal tidak campur dengan orang tuanya,” ujar mantan Kapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya itu. Kini, penyelidikan masih berjalan. (biy/dan)
Editor : Mahmudan