MALANG KOTA, RADAR MALANG - Upaya penyelundupan suplemen dan multivitamin yang tidak sesuai ketentuan terjadi di Lapas Kelas I Malang, Selasa pagi (2/6). Pelaku menggunakan pembalut untuk membungkusnya, kemudian ditutupi dengan celana dalam. Modus itu pun bisa digagalkan pihak Lapas.
Kalapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar mengatakan, penyelundupan berlangsung sekitar pukul 10.00. Setelah menemukan barang mencurigakan, laporan diteruskan oleh petugas kunjungan kepada koordinator layanan kunjungan untuk ditindaklanjuti.
”Kemudian petugas jajaran administrasi keamanan dan tata tertib (kamtib) melakukan penanganan,” ucap Christo. Oleh petugas kamtib, pengunjung yang membawa obat-obatan didata. Pengunjung itu juga diminta membuat surat pernyataan yang ditandatangani sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Sementara barang temuan diamankan sebagai bagian dari proses pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, Lapas juga memeriksa warga binaan yang diduga terkait dengan barang yang ditemukan tersebut. ”Sebagai tindak lanjut, warga binaan yang bersangkutan juga dilarang menerima kunjungan,” sambung Christo.
Pihaknya terus mengingatkan para petugas untuk menjalankan pemeriksaan secara teliti tanpa mengabaikan aspek humanis kepada masyarakat pengguna layanan.
”Kami tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas. Kami akan tindak tegas dan tanpa kompromi,” tambah dia.
Christo mengapresiasi kesigapan petugas yang bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga potensi gangguan keamanan dapat dicegah. Ke depan, penguatan pengawasan serta evaluasi layanan kunjungan akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen menjaga Lapas Malang tetap aman dan tertib. (mel/by)
Editor : Bayu Mulya Putra