Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profesor Pertama yang Usung Akuntansi Kearifan Lokal

N
Penulis: Nabila Amelia❯
Prof Dr Hj Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CMA
Prof Dr Hj Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CMA

Advertisement

 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Akuntansi tak melulu soal angka. Disiplin ilmu tersebut juga bisa mengarah ke kearifan lokal. Seperti yang diusung oleh Guru Besar Bidang Akuntansi Universitas Widya Gama Prof Dr Hj Ana Sopanah Supriyadi SE MSi Ak CMA.


Bidang akuntansi kearifan lokal itu membawa Ana dikukuhkan menjadi guru besar pada 22 Juli. Dalam pengukuhan, Ana mengangkat orasi ilmiah yang berjudul Akuntansi Kearifan Lokal: Dari Nilai Budaya Menuju Akuntabilitas dan Keberlanjutan Organisasi.

Advertisement


Menurutnya, fokus untuk menekuni akuntansi kearifan lokal timbul saat menempuh studi doctoral (S3) di Universitas Brawijaya (UB). ”Ternyata akuntansi tidak hanya berbicara mengenai angka dan laporan keuangan, tapi juga tentang nilai, budaya, kepercayaan, hingga tanggung jawab sosial,” katanya. 


Dalam disertasinya, Ana meneliti akuntansi di Suku Tengger. Dari penelitian itu diketahui bahwa Suku Tengger melakukan penghitungan anggaran. Kemudian, dia memperluas penelitian tersebut, menyasar komunitas budaya lainnya seperti Suku Osing dan  komunitas masyarakat di Madura, Bali, NTT, hingga komunitas bantengan. 
”Bantengan ternyata bukan hanya pertunjukan. Di dalamnya terdapat praktik pengelolaan keuangan, pengambilan keputusan, serta akuntabilitas yang punya landasan guyub rukun, tepo sliro, dan tanggung jawab bersama,” tegas perempuan asli Brebes tersebut.


Menurutnya, konsentrasi terkait akuntansi kearifan lokal termasuk baru. Belum banyak praktisi atau akademisi yang menekuni. Untuk itu, dia menyampaikan kepada mahasiswa akuntansi yang mulai menekuni konsentrasi akuntansi kearifan lokal,  memiliki peluang yang luas.

Advertisement


”Karena Indonesia butuh pemuda-pemudi yang kembali ke desa dan mengembalikan kearifan lokal,” tegas Ana.

Dengan sistem kearifan lokal bisa menumbuhkan ekonomi lokal juga.
Na­mun pertumbuhan ekonomi lokal juga membutuhkan kerja sama lintas sektor. Mulai masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, maupun media massa sebagai wadah publikasi. 


Ana bercita-cita untuk mengembangkan aplikasi akuntansi kearifan lokal. Dia juga berharap ke depan ada perda dan standardisasi terkait akuntansi kearifan lokal. (mel/gp)

Advertisement

Artikel Terkait

Teliti Manfaat Mikroorganisme untuk Revolusi Bioindustri

Teliti Manfaat Mikroorganisme untuk Revolusi Bioindustri

Sudah puluhan tahun Prof Dr Ir Hj Ririen Prihandarini MS memiliki konsentrasi penelitian terkait mikroorganisme. Karena dedikasinya yang sudah berlangsung selama puluhan tahun itu, Ririen akhirnya dikukuhkan sebagai

LLDIKTI VII Dorong Profesor Jadi Agen Perubahan, UWG Tambah Dua Guru Besar

LLDIKTI VII Dorong Profesor Jadi Agen Perubahan, UWG Tambah Dua Guru Besar

Universitas Widya Gama (UWG) Malang memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan dua guru besar baru sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada enam profesor emeritus dalam Sidang Senat Terbuka di Kampus II

Universitas Merdeka Malang Ajak Masyarakat Dukung Kampus Berdampak di HUT Ke-62

Universitas Merdeka Malang Ajak Masyarakat Dukung Kampus Berdampak di HUT Ke-62

Usia Universitas Merdeka (UNMER) Malang sudah mencapai 62 tahun. Kemarin (5/7), lebih dari seribu peserta merayakan hari ulang tahun kampus tersebut. Banyak kegiatan yang dise­lenggarakan pada momen spesial itu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer