BULULAWANG – Polres Malang masih mempunyai pekerjaan rumah (PR) untuk mencari pelaku empat kasus pembuangan bayi. Hingga kini, identitas orang tua yang tega membuang bayi tak berdosa tersebut masih ditelusuri. Mulai pembuangan bayi di Kecamatan Bululawang, Gondanglegi, hingga Karangploso.
Penemuan terbaru di Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang pada Kamis lalu (2/7). Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa. Tali pusar bayi masih menempel.
Jenazah bayi ditemukan warga. Sebelumnya, warga tersebut mencium bau menyengat dari saluran irigasi Desa Sukonolo.
“Setelah menelusuri, warga tersebut menemukan sesosok bayi laki-laki mengapung di saluran irigasi,” ujar Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono kemarin.
”Penemuan bayi itu langsung dilaporkan ke perangkat desa, kemudian diteruskan ke Polsek Bululawang untuk dilakukan penanganan,” tambahnya.
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Malang dan tenaga kesehatan (nakes) dari Puskesmas Bululawang langsung mendatangi lokasi kejadian. Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengevakuasi jasad bayi malang itu.
”Hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter dan tali pusar masih menempel. Diperkirakan baru lahir dan diduga dibuang orang tuanya,” kata Budiono. Kini, polisi masih memburu orang tua bayi tersebut.
Sebelumnya, polisi juga menyelidiki tiga kasus dugaan pembuangan bayi. Pada 9 Juni lalu, polisi menemukan jenazah bayi di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi. Kemudian pada 21 Mei menemukan bayi di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso.
Sepekan sebelumnya, 15 Mei juga menemukan bayi hidup di Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang. Kini, bayi laki-laki mungil itu sudah dalam pengasuhan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang.
”Semuanya masih dalam penyelidikan. Kami sudah minta keterangan warga dan melihat rekaman CCTV dari area sekitar,” ujar mantan Kapolsek Wonosari itu.(biy/dan)
Editor : Mahmudan