KEPANJEN, RADAR MALANG – Seorang pengendara motor asal Kecamatan Sumberpucung meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan sebuah bus di Jalan Raya Perusahaan, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Sabtu malam (11/7). Pengemudi bus yang terlibat kecelakaan diduga melarikan diri dan hingga kini masih diburu polisi.
Korban diketahui bernama Luthfiyyah Faa'iqoh Amaanullah, 22, warga Dusun Krajan, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 saat korban mengendarai Honda Scoopy bernopol N 3043 EGA dari arah simpang Karanglo menuju Kota Batu.
Bus Tinggalkan Lokasi setelah Kecelakaan
Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban diduga berusaha mendahului bus yang berada di depannya melalui sisi kiri. Namun, manuver tersebut berujung benturan dengan kendaraan yang identitasnya masih belum diketahui.
Baca Juga: Semalam, Dua Pengendara Tewas di Jalanan Malang akibat Kecelakaan Maut, Ini Kronologinya
"Korban diduga hendak mendahului bus dari sisi kiri, namun kurang mengambil haluan ke kiri sehingga terjadi tabrak samping dengan bus tersebut," ujarnya, Minggu (12/7).
Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, pengemudi bus tidak berhenti untuk memberikan pertolongan dan langsung meninggalkan lokasi menuju arah Kota Batu.
"Bus yang terlibat langsung meninggalkan lokasi. Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Chelvin.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang untuk proses lebih lanjut.
Empat Kasus Tabrak Lari Masih Diselidiki
Satlantas Polres Malang menyebut kecelakaan tersebut menambah daftar kasus tabrak lari yang hingga kini masih dalam penyelidikan Unit Gakkum.
Selain kasus di Singosari, tiga kasus lainnya terjadi di Jalan Raya Asrikaton, Kecamatan Pakis, dan Jalan Raya Dusun Sonotengah, Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, pada 3 Juli lalu, serta di Jalan Raya Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, pada 1 Mei.
"Seluruh kasus masih dalam penyelidikan. Kami terus berupaya mengidentifikasi kendaraan maupun pengemudi yang terlibat," tegas Chelvin.
Editor : Aditya Novrian