PAKISAJI – Seorang pria tergeletak di ruang kemudi truk tebu, tepi Jalan Raya Kebonagung, Pakisaji kemarin (20/7). Tepatnya di tepi jalan depan pabrik gula (PG) Kabonagung. Belakangan diketahui bahwa pria tersebut adalah Lulus Andrianto, 38. Dia mengemudikan truk gandeng UB Nissan Diesel dengan nomor polisi (nopol) N 8930 UH.
Ketika ditemukan tergeletak, truk gandeng bermuatan tebu tersebut antre masuk ke area PG Kebonagung. Diduga, pria asal Sumbermanjing Wetan (Sumawe) itu meninggal akibat hipertensi yang dideritanya.
Kapolsek Pakisaji AKP Sunarko Rusbiyanto menceritakan, korban ditemukan tergeletak di ruang kemudi sekitar pukul 06.45. Mulanya, salah seorang petugas keamanan PG melihat truk bermuatan tebu yang parkir, namun posisinya mengganggu arus lalu lintas.
”Petugas keamanan bermaksud meminta sopir memindahkan kendaraan ke area penempatan. Namun saat dibangunkan, korban tidak merespons,” kata Sunarko.
Beberapa sopir truk yang berada di dekat lokasi pun dipanggil untuk membangunkan Lulus. Tapi didapati bahwa napasnya sudah tidak ada alias sudah meninggal dunia. Tim medis, beserta anggota Polsek Pakisaji dipanggil ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Saat itu, dia melanjutkan, korban ditemukan dalam posisi telentang di belakang jok truk. Polisi juga tidak menemukan adanya barang milik korban yang hilang maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dari hasil pemeriksaan, korban sudah berada di sana sejak pukul 01.00.
“Kami mendapati keterangan bahwa korban mempunyai riwayat penyakit hipertensi. Diduga itu yang menyebabkan kematiannya,” kata Sunarko.
Untuk keperluan visum, jenazah dibawa ke Instalasi Kedokteran Forensik (IKF) RSUD Kanjuruhan di Kepanjen. Tapi transit di kamar jenazah itu hanya sebentar. Lantaran keluarga menolak dilakukan otopsi. Mereka membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Tengah hari, jenazah dibawa ke rumah duka di Sumawe.(biy/dan)
Editor : Mahmudan