Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

8 Pelaku Pengeroyokan Pelajar SMA di Pujon Malang Masih Buron

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 9 Januari 2024 | 18:00 WIB

 

Foto kiri, Pelajar SMA Negeri 1 Ngantang mengenakan pita hitam sebagai tanda belasungkawa. Foto kanan, makam Danar, korban pengeroyokan
Foto kiri, Pelajar SMA Negeri 1 Ngantang mengenakan pita hitam sebagai tanda belasungkawa. Foto kanan, makam Danar, korban pengeroyokan

KABUPATEN - Hingga kemarin (8/1) pelaku pengeroyokan terhadap Danar Arendra Putra, pelajar SMA Negeri 1 Ngantang belum tertangkap.

Polisi masih melakukan pengejaran terhadap beberapa terduga pelakunya.

”Ada delapan orang,” terang Kasat Reskrim Polres Batu AKP Rudi Kuswoyo.

Seperti diberitakan, jenazah Danar ditemukan Minggu pagi (7/1) di samping Lapangan Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang.

Di sekitar jenazah, petugas menemukan sejumlah barang seperti sandal, kacamata, dan ponsel. 

Ceceran darah juga ada di sekitar lokasi.

Sejak awal, polisi menduga bila pelajar kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Ngantang itu adalah korban pengeroyokan.

Sebab, di hari yang sama sempat beredar video singkat aksi pengeroyokan.

Korban di dalam video itu identik dengan ciri-ciri Danar. 

AKP Rudi Kuswoyo menambahkan, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi.

Seperti pemilik warung, ayah Danar, saudara Danar yang bernama Galih, dan satu saudara lainnya.

Hasilnya, didapatkan keterangan bahwa pada Sabtu malam (6/1) Danar baru saja pulang menonton Bantengan bersama Galih, saudaranya.

Keduanya yang berboncengan menggunakan motor sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok.

”Mereka sempat dipanggil empat orang tidak dikenal yang diduga tengah mabuk,” ujar Rudi.

Tiga orang diperkirakan berusia sepantaran dengan Danar.

Sementara satu orang lainnya lebih tua.

Keduanya yang berboncengan menggunakan motor sempat berhenti di sebuah warung untuk membeli rokok.

”Mereka sempat dipanggil empat orang tidak dikenal yang diduga tengah mabuk,” ujar Rudi.

Tiga orang diperkirakan berusia sepantaran dengan Danar.

Sementara satu orang lainnya lebih tua.

Karena korban berani membalas, perkelahian pun terjadi.

Perkelahian itu sempat diketahui pemilik warung tempat Danar dan Galih singgah.

Karena saat kejadian kondisinya gelap, wajah para pelaku dengan jelas oleh pemilik warung.

Kalah jumlah, Galih sempat melarikan diri ke sebuah sekolah untuk bersembunyi.

Jaraknya sekitar 300 meter dari warung.

Dia sekalian mencari tempat aman untuk memberi tahu keluarga.

Minggu pagi (7/1) sekitar pukul 05.30, Danar sudah ditemukan dalam kondisi tertelungkup separo badan.

Kepalanya terendam air di sungai irigasi Desa Ngroto.

”Saat ini, kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap pisau yang ditemukan di lokasi untuk mendeteksi sidik jari (pelaku),” terang pria yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Ngajum tersebut.

Rudi mengaku sudah membentuk tim khusus untuk melakukan penyelidikan lanjutan. 

Terpisah, Annisa Larasati, salah seorang teman Danar dari kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Ngantang mengungkapkan, kemarin hampir satu sekolah mengunjungi rumah duka di Dusun Dadapan Kulon, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon.

Mereka menyampaikan rasa duka yang mendalam.

Terlebih, semasa hidup Danar dikenal sebagai sosok yang baik.

”Untuk mengenang almarhum, seluruh siswa diminta menggunakan pita hitam,” cerita dia.

Saat mendapati teman-teman Danar, pihak keluarga korban kabarnya histeris.

Karena itu, Annisa berharap pelaku yang membuat nyawa Danar melayang segera ditemukan.

Jenazah Danar dimakamkan di TPU Keramat, Desa Bendosari, Pujon pada dini hari kemarin sekitar pukul 01.00. (mel/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#pengeroyokan #malang #Pujon