MALANG KOTA – Terungkap motif pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan tukang pijat di Sawojajar, beberapa waktu lalu.
Hasil pemeriksaan sementara di kepolisian, pelaku tega membunuh pelanggannya lantaran sakit hati.
Sebelumnya memutilasi jasad korban, tukang pijat bernama Rahmat alias AR itu sempat dua kali membacok leher korban.
”Motif cekcok karena jasa guna-guna pelaku sudah tidak manjur,” ujar Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto kemarin (8/1).
Seperti diberitakan, Kamis lalu (4/1) polisi menangkap Rahmat di kontrakannya, Jalan Sawojajar, gang 13.
Kelurahan Sawojajar, Kedungkandang.
Pria berusia sekitar 35 tahun itu diduga membunuh warga Surabaya berinisial AP, 34, kemudian memotongnya menjadi enam bagian.
Pembunuhan disertai mutilasi itu terjadi pada Oktober 2023 lalu, namun baru terungkap awal 2024.
Danang mengatakan, Rahmad pertama kali bertemu korban pada Juni 2023.
Keduanya berkenalan melalui aplikasi tinder, aplikasi pencarian jodoh.
Melalui aplikasi tersebut, pelaku mengiklankan bahwa dia memiliki ilmu guna-guna.
Dari sana korban menjalin komunikasi dengan AR untuk menggunakan jasanya.
Sejak pertemuan pertama, guna-guna yang diberikan pelaku masih manjur.
Tapi pada Oktober 2023, gunaguna tersebut tidak berkhasiat.
”Tepat pada 15 Oktober 2023, korban datang ke tempat pelaku untuk menanyakan ajiannya tidak berhasil,” tambah Danang.
Keduanya pun cekcok.
Diduga pelaku tersinggung dengan omongan korban, sehingga terjadi adu fisik di dalam kontrakan tersebut.
”Kemudian pelaku mengambil celurit di bawah meja, lalu digunakan membacok leher korban hingga tewas,” terang mantan Kapolsek Blimbing itu.
Takut aksinya diketahui, pelaku memutar otak untuk membersihkan jejak.
Keesokan harinya, tepatnya pada 16 Oktober 2023, pelaku membeli tiga kresek besar dan pisau untuk mutilasi korban.
Dua kresek digunakan untuk membuang pakaian korban dan alat untuk membunuh.
Sedangkan satu kresek untuk membungkus potongan bagian kepala, tangan, dan kaki.
Setelah itu dikubur di dekat Sungai Bango.
Danang menjelaskan, pihaknya sudah menemukan 9 bagian kerangka yaitu kepala, dua tangan dan lengan, lalu dua paha dan betis.
”Sementara bagian badan masih belum ditemukan karena dibuang ke sungai,” ucapnya.
Kini polisi masih memeriksa beberapa saksi.
Sementara istri pelaku tidak ditetapkan sebagai tersangka.
Terkait, identitas korban sebenarnya sudah didapat oleh polisi.
Yakni dari laporan orang hilang berinisial AP yang diterbitkan Polda Jatim pada Oktober 2023 lalu.
Keluarga AP juga sudah tiba di Malang untuk mengecek jenazah korban di RSSA. ''
Pihak keluarga juga meyakini bahwa korban yang ada di kamar mayat tersebut adalah anaknya.
”Keluarga mengenali dari giginya ada sisa bekas tambalan yang lepas, tepatnya di gigi seri sebelah kiri,” beber Danang.
Walau begitu, kepolisian tetap melakukan pencocokan secara forensik.
Sehingga nanti didapat hasil yang akurat dari keterangan tersebut. (pri/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana