Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kecelakaan Maut Truk dengan Motor di Bululawang Malang, Ayah Kandung Jadi Saksi Memberatkan Anak

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 20 Juni 2024 | 18:59 WIB

 

BELUM PUNYA SIM: Agus duduk di kursi terdakwa, sementara ayahnya, Rukimin, memberikan kesaksian atas kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi motor kemarin
BELUM PUNYA SIM: Agus duduk di kursi terdakwa, sementara ayahnya, Rukimin, memberikan kesaksian atas kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi motor kemarin

KEPANJEN – Pemandangan tak biasa terjadi di Pengadilan Negeri Kepanjen kemarin (19/6).

Seorang ayah bernama Rukimin, 64, menjadi saksi yang memberatkan pada kasus kecelakaan yang menjadikan anaknya, Agus, 19, sebagai terdakwa.

Kecelakaan pada 27 Desember 2023 lalu itu menewaskan pengendara motor bernama Amalia Lailatul Fitria.

Hakim membuka sidang pukul 14.45 di ruang Cakra itu dengan pembacaan dakwaan.

Jaksa menyebutkan, kecelakaan terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Gading, Kecamatan Bululawang. 

Agus yang merupakan pemuda asli Desa Rejosari, Kecamatan Bantur, mengemudikan truk Mitsubishi Colt Diesel bernopol N 0945 TA.

Sedangkan korban mengendarai sepeda motor Happy dengan nopol N 6531 DJ.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang pun berlanjut ke pemeriksaan Rukimin sebagai saksi.

Karena statusnya sebagai ayah kandung terdakwa, hakim sempat bertanya soal kesediaan Rukimin.

Ternyata dia tidak menolak.

Rukimin menjelaskan bahwa hari itu dia memberi izin anaknya untuk mengemudikan truk. 

Bahkan dia ikut duduk di sebelah anaknya.

”Anak saya sudah bisa mengemudikan truk. Makanya saya izinkan. Tapi memang belum punya SIM," ujarnya.

Kesaksian itu langsung dikritisi Jaksa Ari Kuswadi SH.

Apalagi Rukimin juga mengaku tidak bisa mengemudikan truk.

Tapi malah memberi izin kepada anaknya yang masih belum memiliki lisensi mengemudi.

Rukimin melanjutkan, hari itu Agus mengemudikan truk dari arah timur ke barat.

Atau dari arah Jalan Raya Desa Gading menuju ke Jalan Raya Desa Sukonolo.

Truk berjalan pelan karena jalanan menurun dan sempit.

”Saya tidak melihat ada motor yang berjalan dari arah berlawanan,” terangnya.

Agus juga terus mengemudikan truk tanpa menyadari ada motor dari arah berlawanan.

Tiba-tiba terasa benturan di bumper depan sebelah kanan.

Agus langsung menghentikan truk, kemudian turun bersama ayahnya.

Saat itulah mereka menyadari kalau truk bertabrakan dengan pengendara motor.

Selain Rukimin, sidang kemarin juga mendatangkan ibu korban yang bernama Solihatun Jannah, 46.

Dalam keterangannya, Solihatun mengaku tidak melihat kejadiannya langsung.

Yang dia tahu, pagi itu anaknya hendak berangkat kerja.

"Kerjanya di Pondok Al Rifaie (Gondanglegi) sebagai petugas kebersihan. Saya mendengar kejadian dia tertabrak truk sekitar pukul 07.00," terangnya.

Solihatun langsung bergegas menuju ke RS Mitra Delima.

"Waktu itu masih bernapas. Meninggalnya sekitar pukul 11.00" kata dia.

Sambil menahan tangis, Solihatun menggambarkan luka pada tubuh anaknya.

Paling parah di tempurung kepala bagian belakang.

Korban juga mengalami patah tulang kering dan tulang betis. (biy/fat)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Bululawang #truk #Saksi #kecelakaan maut