Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sempat Lima Hari Koma, Korban Pengeroyokan Oknum Pesilat di Karangploso Malang Meninggal

Bayu Mulya Putra • Jumat, 13 September 2024 | 18:47 WIB
Photo
Photo

KABUPATEN- Setelah lima hari dinyatakan koma, Alfin Syafiq Ananta, 17, warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso mengembuskan napas terakhir kemarin pagi (12/9), sekitar pukul 07.00.

Pelajar SMK PGRI 3 Malang itu merupakan korban pengeroyokan oknum silat pada 6 September lalu.

Isak tangis dan suasana duka terasa di rumah duka.

Guru dan rekan-rekan korban tampak hadir di lokasi.

Nanang Kuswanto, 42, ayah korban mengatakan, selama dirawat di RST Soepraoen, korban tidak pernah sadarkan diri.

Dia juga menyebut banyak luka di beberapa tubuh korban.

”Ini di sini (pipi) lebam. Juga merah di tangan kanannya. Kakinya juga penuh bekas luka karena diseret. Dadanya membiru,” jelasnya.

Seperti diberitakan, korban dikeroyok delapan oknum pesilat.

Mayoritas pelakunya masih berusia remaja.

Dan, semua sudah diamankan polisi.

Informasi yang didapat Nanang, pada Kamis malam (5/9), Alfin sudah dikeroyok.

Meski begitu, korban tak menunjukkan gelagat aneh atau kesakitan.

Lalu pada Jumat malam (6/9) sekitar pukul 18.30, korban berangkat sendiri ke Desa Ngijo, Karangploso untuk ikut latihan.

Dan akhirnya terjadilah penganiayaan tersebut.

Aditya Prayoga, teman sebangku Alfin di kelas XI SMK jurusan teknik sepeda motor mengatakan, almarhum adalah sosok yang ceria.

Sebagai teman, dia merasa kehilangan.

”Sedih sekali, setiap hari duduk bareng, keluar bareng kalau istirahat, ke kantin bareng,” kata dia.

Tak jarang, dia juga ditraktir Alfin.

Salah satu kenangannya bersama korban terjadi ketika dia kehabisan bensin di daerah Sengkaling.

Kemudian almarhum mengantarnya dari Sengkaling sampai di wilayah Tlogomas.

”Kurang tahu kalau tentang silat, nggak pernah cerita kalau itu,” kata dia.

Sementara itu, Kapolsek Karangploso AKP Moch Sochib menyampaikan, kasus itu kini ditangani Polres Malang.

”Diduga salah satu pelakunya mengenal korban,” kata dia.

Sebab kasus pengeroyokan itu bermula dari salah satu pelaku yang melihat story WhatsApp (WA) korban.

Dalam unggahan itu, korban mengenakan seragam pencak silat.

Karena penasaran, salah satu pelaku menanyakan hal tersebut kepada korban.

Karena korban terbukti bukan anggota pencak silat, pertemuan kedua belah pihak terjadi.

Pelaku berdalih pertemuan itu dilakukan untuk latihan bersama. (iza/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#di malang #meninggal #korban #oknum #pengeroyokan #pesilat