SURABAYA - Fenomena tawuran di kawasan utara Kota Surabaya belum hilang.
Kemarin (10/10) dini hari, polisi membekuk belasan pemuda berusia 15-20 tahun di Tambak Wedi.
Mereka diketahui akan bentrok dengan kelompok lain.
Tim Respons Cepat Tindak (Respatti) Sat Samapta Polrestabes Surabaya juga mendapati fenomena sama.
Respati Sat Samapta Polrestabes Surabaya memergoki 10 remaja berboncengan melawan arus di Jalan Indrapura, Surabaya, Kamis (11/10) dini hari.
Diduga mereka hendak tawuran.
Di Tambak Wedi, polisi menemukan beragam peralatan yang akan dipakai tawuran.
Mulai dari senjata tajam (sajam) celurit berkukuran jumbo hingga senapan angin.
’’Yang diamankan ada 14 orang yang berasal dari berbagai kawasan,’’ kata Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto kepada Jawa Pos.
Dia menuturkan, penangkapan itu berawal dari patroli rutin yang dilakukan unit raimas.
Di Tambak Wedi, petugas mendapati sekelompok pemuda sedang berkumpul pukul 03.30.
Mereka langsung bubar begitu melihat polisi dari kejauhan.
Tetapi, sebagian kelompok tersebut gagal melarikan diri.
Mereka langsung dibekuk.
Indikasi kelompoknya akan tawuran muncul dari temuan angin.
Selain itu, juga ada empat celurit berukuran jumbo.
Ketika diselidiki, para pemuda itu hendak bentrok dengan kelompok lain di Sidotopo.
Dari pemeriksaan awal, gerombolan pelaku terdeteksi dari kelompok Gangster Remaja.
Namun, mereka beralasan belum mengetahui nama lawan.
Dalihnya yang menentukan teman mereka yang lolos.
’’Kami akan menggencarkan patroli serupa. Tujuannya tidak hanya mencegah tawuran. Melainkan juga mengantisipasi aksi kriminalitas,’’ papar Suroto.
Di tempat lain, Lurah Tambak Wedi Matlilla mengatakan, tempat kumpul kelompok itu memang masuk kategori rawan.
Akhir pekan lalu, polisi juga menangkap seorang pemuda karena membawa sajam.
’’Dekat Suramadu ya. Banyak yang dari wilayah luar sebenarnya. Bukan warga sini,’’ katanya.
Matlilla menyebut mereka sengaja berkumpul di wilayahnya.
Lalu keliling untuk mencari lawan.
’’Bersama bhabinkamtibmas dan babinsa, kami sudah sering melakukan pencegahan,” jelasnya.
Upaya yang dilakukan salah satunya meminta kelompok pemuda yang berkumpul untuk segera bubar.
Selain itu juga mengedukasi warga agar lebih memperhatian pergaulan anaknya.
Karena tawuran yang terjadi kerap memakan korban dan bisa berujung merugikan diri sendiri.
Di tempat lain, Polrestabes Surabaya mengamankan tiga remaja yang diduga hendak tawuran geng.
Anggota langsung mengejarnya dan tiga orang diamankan dengan barang bukti senjata tajam (sajam).
Para remaja sempat mencoba kabur saat berpapasan dengan Tim Respatti.
Mereka kemudian berpencar di Jalan Indrapura, Surabaya.
Kejar-kejaran dilakukan anggota hingga berhasil mengamankan tiga remaja itu.
"Kami temukan barang bukti sajam dari salah satu remaja. Mereka tergabung dalam geng," jelas Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi.
Penangkapan itu berawal saat Tim Respatti melaksanakan patroli di Jalan Indrapura.
Saat itu, ada beberapa sepeda motor yang melawan arus.
Bahkan, beberapa kendaraan berboncengan tiga.
Ketika mengetahui berpapasan dengan polisi, mereka langsung membubarkan diri.
Tim Respatti langsung mengejarnya.
Satu sepeda motor berboncengan tiga berhasil diberhentikan.
Tiga remaja ini TF, 16, SA, 15, dan MA, 16, ketiganya warga Tandes, Surabaya.(gun/edi/ai/adn)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana