BANTUR – Aksi dua remaja spesialis pembobol kios pasar, akhirnya terhenti. Keduanya diamankan polisi setelah aksinya membobol kios di Pasar Bantur tepergok warga, Sabtu dini hari (5/7). Kedua remaja asal Kecamatan Bantur itu berinisial F, 20 dan RAP, 17. Informasinya, mereka sering membobol kios pasar.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinanjar mengatakan, aksi kedua remaja tersebut sudah dicurigai warga. Keduanya mondar-mandir di area pasar. "Mereka dicurigai memantau lokasi pasar," kata Bambang.
Warga terus memperhatikan ulah keduanya hendak. Begitu mereka membobol satu kios kelontong di pasar, warga langsung bergerak. "Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polsek Bantur," kata dia.
Dari pemeriksaan kepolisian, hubungan F dan RAP adalah teman. Keduanya juga mengaku sudah melakukan aksi pencurian dengan cara membobol kios pasar sejak lama. "Di lokasi (Pasar Bantur) yang sama sejak Oktober 2024 lalu," ucap Bambang.
Dari hasil pemeriksaan juga diketahui bahwa warga sudah beberapa kali melaporkan aksi keduanya. RAP sudah tiga kali dilaporkan atas kasus yang sama, yakni pencurian di pasar. Sedangkan F dua kali dilaporkan. "Saat ini proses pendalaman oleh penyidik," terang Bambang.
Keduanya menyasar kepada bedak atau kios yang ditinggal pemiliknya saat malam hari. Barang-barang yang dicuri antara lain rokok, pakaian, dan uang tunai yang ditinggalkan pemilik bedak. Akibat aksi mereka, kerugian korban di Pasar Bantur diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Di hadapan penyidik, kedua pelaku mengaku sudah beberapa kali masuk ke pasar pada dini hari. Mereka membongkar kios, kemudian mengambil barang-barang di dalamnya.
Bambang mengatakan, satu pelaku berstatus di bawah umur. Penanganan pelaku tersebut akan dilimpahkan kepada Unit PPA Satreskrim Polres Malang. "Proses hukum terus berlanjut," jelasnya.
Keduanya dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan juncto pasal 65 KUHP. Namun untuk penanganan tersangka RAP dilakukan sesuai prosedur khusus. "Kami juga melakukan pendalaman kepada keduanya, menelusuri kemungkinan ada aksi lainnya di tempat berbeda" pungkas Bambang. (yad/dan)
Editor : A. Nugroho