Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bripka AS Habisi FAN di Dalam Mobil, Fakta Baru dari Kasus Pembunuhan Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang

Aditya Novrian • Jumat, 26 Desember 2025 | 17:02 WIB
Ilustrasi kasus pembunuhan
Ilustrasi kasus pembunuhan

PROBOLINGGO – Titik terang baru terungkap dalam kasus pembunuhan FAN, 21, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Polisi memastikan lokasi penemuan jasad korban di parit tepi Jalan Raya Malang–Pasuruan, Desa Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, bukan tempat kejadian perkara pembunuhan. Korban diketahui dihabisi di wilayah Kota Batu.

Fakta itu terungkap setelah tim Jatanras dan Inafis Ditreskrimum Polda Jatim melakukan rangkaian penyelidikan lanjutan. Termasuk penggeledahan rumah tersangka utama Bripka AS di Jalan Segaran Agung, Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, Selasa sore (23/12).

Rumah yang menyatu dengan toko elektronik dan gudang tersebut dipasangi garis polisi. Berdasarkan keterangan kepolisian, rumah itu telah kosong sekitar dua bulan terakhir. Bripka AS bersama istrinya dan kakak kandung korban tinggal di rumah orang tua tersangka di wilayah Kraksaan.

Fakta Baru Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM
Fakta Baru Kasus Pembunuhan Mahasiswi UMM

Sumber kepolisian menyebutkan, sebelum ditemukan tewas, FAN sempat disekap di rumah Bripka AS. Korban kemudian dibawa ke Kota Batu. Di lokasi itulah, aksi pembunuhan dilakukan. Setelahnya, jenazah FAN dibuang ke parit di kawasan Wonorejo, Pasuruan.

Kanit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKP M. Fauzi membenarkan temuan tersebut. Dari rumah tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa tali dan lakban. ”Tali digunakan untuk mengikat tangan dan kaki korban. Lakban diduga dipakai untuk menutup mulut,” jelas Fauzi kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Menurutnya, korban sempat mencoba melarikan diri saat berada di rumah Bripka AS. Namun, korban kembali diamankan, disekap, lalu dimasukkan ke dalam mobil sebelum dibawa keluar rumah.

Fauzi menegaskan, pembunuhan dan pembuangan korban terjadi di hari yang sama, Senin (15/12). ”Korban dieksekusi di Batu, kemudian sekitar pukul 20.30 dibuang ke Wonorejo. Lokasi penemuan jasad hanyalah tempat pembuangan,” ujarnya.

Fauzi menambahkan, korban dieksekusi di dalam mobil. Pelaku menghabisi korban dengan cara dicekik. Hingga kini, penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka. Proses pemeriksaan terkendala karena keterangan Bripka AS dan Suyitno, tersangka lain, tidak sepenuhnya sama.

Seperti diberitakan sebelumnya, jasad FAN ditemukan Selasa pagi (16/12) dengan kondisi masih mengenakan helm, jaket hitam, dan celana panjang krem. Polisi bergerak cepat dan mengamankan Bripka AS kurang dari 24 jam setelah identitas korban terungkap. (zal/mie/adn)

Editor : A. Nugroho
#universitas muhammadiyah malang (umm) #polda jatim #Probolinggo #Pembunuhan