Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Toko Perhiasan di Pasar Besar Dua Kali Dibobol Maling, Begini Kronologinya

Galih R Prasetyo • Jumat, 13 Maret 2026 | 11:28 WIB

 

ALAMI NASIB NAHAS: Anak pemilik Toko Perhiasan Banyumas Mariah Luthfiyah memegang perhiasan yang dijual di tokonya.
ALAMI NASIB NAHAS: Anak pemilik Toko Perhiasan Banyumas Mariah Luthfiyah memegang perhiasan yang dijual di tokonya.

MALANG KOTA - Pemilik usaha harus terus meningkatkan kewaspadaan jelang Lebaran. Aksi tidak pencurian masih jadi ancaman. Toko Perhiasan Banyumas yang berada di Pasar Besar Malang dua kali dibobol maling.

Anak pemilik Toko Perhiasan Banyumas Mariah Luthfiyah menjelaskan, kejadian pertama terjadi pada 12 Februari lalu. Saat itu, toko tersebut kehilangan beberapa perhiasan. Di antaranya, cincin dan batu akik pirus.

Menurutnya, cincin yang hilang tidak hanya satu. Melainkan ada 25 cincin yang dicuri maling. ”Jika ditotal, kerugiannya mungkin berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 60 juta,” kata perempuan yang tinggal di Kelurahan Bareng tersebut.

Kejadian pencurian di Toko Perhiasan Banyumas yang kedua terjadi pada Rabu lalu (11/3). Maling menggasak beberapa perhiasan yang jika ditotal mencapai sekitar 200 gram. Perhiasan yang hilang seperti liontin dan cincin. Kerugiannya sekitar Rp 10 juta.

Mariah bercerita, mengetahui perhiasan di tokonya kembali hilang saat hendak membuka toko pada Rabu pagi (11/3). ”Saya terkejut karena sewaktu membuka toko, grendel pintu kanan dan kiri sudah terbuka. Padahal setiap sebelum pulang saya pastikan terkunci,” tegas dia.

Dia merasa heran dengan kondisi itu. Sebab, tokonya berada di Pasar Besar Malang sisi selatan atau dekat parkiran motor belakang. Lokasinya tidak mencolok, harus melintasi lorong-lorong dulu untuk sampai ke tempatnya.

Setelah kehilangan produk perhiasan, Mariah mencoba bertanya ke pemilik toko perhiasan lain yang ada di dekat dengan tokonya. Namun, dia tidak mendapat informasi apa-apa. ”Kebetulan di sekitar toko juga tidak ada CCTV. Yang ada CCTV justru berjauhan dengan toko saya,” terang Mariah.

Dia sudah melapor ke pihak pengelola Pasar Besar Malang. Mariah melaporkan kehilangan pada 12 Februari dan kehilangan yang diduga terjadi pada Rabu sore. Lalu pada Kamis siang (12/3), Mariah juga melapor ke Polsek Klojen. Dia berharap perhiasan-perhiasan milik tokonya segera bisa ditemukan lagi.

Di tempat terpisah, Kapolsek Klojen Kompol M Budiarto mempersilakan korban untuk melapor. Pihak kepolisian akan memproses laporan dan segera bertindak. ”Bisa melapor ke polsek terdekat atau langsung ke Polresta Malang Kota,” tegas dia. (mel/gp)

Editor : A. Nugroho
#Maling #Pasar Besar #malang #TOKO PERHIASAN