Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sembilan Hari Napak Tilas Spiritual ke Mesir, Palestina, dan Yordania (18): Napak Tilas ke Halhul, Tempat Nabi Yunus Dimuntahkan Ikan

Radar Malang Administrator • Senin, 11 Mei 2020 | 14:34 WIB
Photo
Photo
Kisah tentang Nabi Yunus Alaihissalam (AS) yang dimakan oleh ikan, lalu tubuhnya dimuntahkan lagi ke sebuah dataran gersang, diceritakan di dalam Alquran. Dan dataran yang gersang itu diyakini bernama Halhul. Kami singgah ke tempat itu.
***

Dari kompleks makam Nabi Daud AS di bukit Zion Kota Hebron, kami melanjutkan perjalanan ke makam Nabi Yunus AS. Kami sempat melewati tembok pemisah yang dibangun Israel tahun 2002. Tujuannya untuk membatasi wilayah Israel dan Palestina.
Tapi, pembangunan tembok tersebut dikecam dunia internasional. Sebab, faktanya, dengan adanya tembok pemisah yang panjangnya 143 kilometer dan memotong jauh ke tepi barat wilayah Palestina itu, secara langsung melanggar hak dan kehidupan sedikitnya 210 ribu warga Palestina yang tinggal di 67 desa dan kota.
Dari dalam bus, saya melihat, tembok pemisah itu berdiri kokoh. Inilah yang menyebabkan, warga Palestina tak bisa leluasa ke Al Aqsho. ”Jika ada warga Palestina yang ingin ke Al Aqsho, harus mengurus paspor Israel. Dan jika ini dilakukan, sama halnya mengakui kedaulatan Israel. Ini yang orang Palestina tidak mau,” kata Nazzi, guide lokal yang mendampingi kami selama di Palestina dan Israel.
Beberapa saat dalam perjalanan, kami pun tiba di lokasi tempat makamnya Nabi Yunus AS. Yakni, di sebuah masjid di pinggir jalan raya yang menghubungkan Yerussalem dengan Hebron. Makam Nabi Yunus AS terletak di dalam masjid. Dan masjid itu pun diberi nama Masjid Yunus.
Kami tiba di tempat itu sekitar pukul 11.00. Ternyata bukan makam. Tapi maqom. Artinya, hanya sebagai penanda (maqom) bahwa Nabi Yunus pernah tinggal di tempat itu.
Maqom Nabi Yunus AS diletakkan di sebuah ruangan yang tertutup. Ada jendela yang diberi teralis besi. Dari jendela itu, kami bisa melihat, maqom itu ditutupi dengan semacam keranda yang panjangnya kira-kira 160 sentimeter, dan ditutupi kain hijau.
”Selamat datang di Kota Halhul,” kata salah seorang pengurus Masjid Yunus yang menyambut kami. Dia menyambut kami dengan ramah. Masih muda. Kira-kira berumur 30-an tahun. Pakaiannya casual. Bercelana panjang, berbaju hem lengan panjang kotak-kotak, dan mengenakan rompi hitam.

DIBANGUN SALAHUDIN AL AYYUBI: Masjid Nabi Yunus di Kota Halhul. Di dalamnya adalah Maqom Nabi Yunus.

Dia kemudian menjelaskan sekilas tentang riwayat Nabi Yunus AS dengan bahasa Arab, dan diterjemahkan KH Muzakky, pembimbing kami. ”Hal artinya tempat, dan Hul artinya setahun. Ini untuk menandai, bahwa tempat ini pernah disinggahi Nabi Yunus AS selama setahun,” ceritanya.
Dia menjelaskan, bahwa masjid Nabi Yunus AS dibangun oleh Sultan Salahuddin Al Ayyubi, sekitar abad ke-12.
Diceritakan oleh pria tadi, Nabi Yunus AS berasal dari wilayah yang saat ini disebut sebagai Irak. Ahli tafsir mengatakan, Nabi Yunus AS diutus oleh Allah SWT kepada penduduk negeri Ninawa, dekat Mosul (Irak). ”Kaumnya Nabi Yunus AS berjumlah 100 ribu orang lebih,” ceritanya. Ini seperti yang disebutkan di dalam Alquran surat Ash-Shaffat ayat 147: ”Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih”.
Kepada kaumnya itu, Nabi Yunus AS berdakwah untuk mengajak beriman kepada Allah SWT. Tapi, mereka mendustakannya. Mereka tetap berada dalam kekafiran dan kemungkaran. Dan ini berlangsung dalam waktu lama. Sehingga, Nabi Yunus AS kehilangan kesabaran. ”Saat itu, Allah SWT meminta Nabi Yunus AS bersabar dalam waktu 3 hari. Jika dalam waktu tiga hari itu umatnya tidak berubah, maka Allah akan menurunkan azab. Tapi, tak sampai tiga hari, Nabi Yunus AS pergi meninggalkan kaumnya. Ini yang membuat Allah murka, karena Nabi Yunus dianggap kurang sabar dalam menghadapi kaumnya,” ceritanya.
Kisah tentang Nabi Yunus AS yang lari meninggalkan kaumnya ini diceritakan di dalam Alquran Surat Al Anbiya ayat 87-88. Ketika lari itu, Nabi Yunus AS menumpang sebuah kapal, lalu kapal itu diterjang badai, dan singkat cerita, Nabi Yunus AS harus terjun ke laut, dan di laut dimakan oleh seekor ikan besar. Kisah ini disebutkan di dalam Surat Ash-Shaffat ayat 139–148. Salah satu penggalan dari ayat itu: …..”Lalu dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit (kiamat)”.
Di dalam perut ikan besar yang menurut sebagian pendapat para ahli disebut sebagai ikan paus itu, Nabi Yunus AS menyesali perbuatannya. Dan bertobat seraya berdoa: ”Laa ilaha illa Anta…Subhanaka inni kuntum minadzoolimin”.
Berapa lama Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan? Para ahli tafsir berbeda pendapat soal ini. Mujahid menceritakan dari Asy-Sya’bi bahwa Yunus AS ditelan ikan pada pagi hari, dan dimuntahkan kembali pada sore hari. Sementara, Qotadah mengatakan bahwa Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan selama tiga hari. Sedangkan Ja’far Ash-Shodiq mengatakan: ”Yunus berada di dalam perut ikan selama tujuh hari”. Bahkan, menurut Sa’id bin Abi al-Hasan dan Abu Malik, Nabi Yunus AS berada di dalam perut ikan selama 40 hari. Itulah berbagai pendapat tentang lamanya Nabi Yunus AS di dalam perut ikan. Mana yang paling benar? Wallaho A’lam Bisshowab. Yang jelas, selama berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus AS terus-menerus bertasbih dan bertobat kepada Allah SWT.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Jarir, dari Yunus, dari Ibnu Wahab, disebutkan bahwa doanya Nabi Yunus AS ini disambut di bawah Arsy oleh para malaikat. Dan para malaikat sampai meminta kepada Allah SWT agar memberi rahmat kepada Nabi Yunus AS dan mengampuni dosanya. Allah lantas mengampuni dosa Nabi Yunus AS, dan memerintahkan ikan besar itu menepi dan memuntahkan tubuh Nabi Yunus AS ke pinggir pantai di sebuah daerah yang gersang.

DIKECAM DUNIA: Inilah tembok pemisah yang dibangun Israel yang dianggap melanggar hak dan kehidupan warga Palestina.

Cerita tubuh Nabi Yunus AS yang dilemparkan oleh ikan besar ke daerah yang tandus itu disebutkan di dalam Alquran surat Ash-Shaffat ayat 145: ….”Kemudian Kami lemparkan dia (Yunus) ke daerah yang tandus, sementara dia dalam keadaan sakit”. Kemudian dilanjut ayat 146: ”Kami tumbuhkan di tanah yang tandus itu sebatang pohon dari jenis labu (yang memayunginya dan dia memakan dari buahnya)”.
Ibnu Katsir mengutip pendapat Ibnu Mas’ud dalam menafsiri ayat tersebut dia berkata: ”(Kondisi Nabi Yunus AS saat keluar dari mulut ikan) ibarat seekor burung yang tak berbulu”. Sedangkan Ibnu Abbas dan Ibnu Zaid berkata: ”Seperti bayi yang ketika dilahirkan dalam keadaan tergeletak hingga tak berdaya sama sekali”.
Di ayat tersebut juga disebutkan bahwa Allah menumbuhkan pohon jenis labu. Sebagian ulama, seperti dikutip Ibnu Katsir, mengatakan, bahwa pohon labu itu memiliki manfaat dan khasiat yang sangat besar. Di antaranya adalah daun-daunnya sangat rindang. Tidak ada sarang serangganya. Buahnya dapat dimakan, baik yang masih muda maupun yang sudah tua, baik yang masih mentah maupun yang sudah masak. Buah ini juga dapat mencerdaskan otak, dan manfaat-manfaat lainnya.
Daerah yang gersang tempat Nabi Yunus AS dimuntahkan oleh ikan seperti dimaksud di dalam Alquran itulah yang diyakini sebagai daerah Halhul, yang kami datangi tersebut. ”Di tempat ini Nabi Yunus AS dirawat selama satu tahun sampai beliau sembuh,” kata si pengurus masjid Yunus tadi. Setelah itu, Nabi Yunus AS kembali kepada kaumnya di negeri Ninawa, dekat Mosul (Irak). Tinggal di sana, sampai wafat. Dan kaumnya Nabi Yunus AS, diceritakan di dalam hadis maupun Alquran, akhirnya bertobat, ketika Allah hampir menurunkan azab kepada mereka.
Meski tidak menziarahi makamnya Nabi Yunus AS, tapi hanya mengunjungi maqomnya, saya merasa mendapatkan hikmah atas kisah-kisahnya. Saya berdoa, semoga Allah SWT memberikan berkah untuk saya dan keluarga saya, melalui maqomnya Nabi Yunus AS itu. Allah SWT menyebut Nabi Yunus AS bersama dengan beberapa nabi yang mulia di dalam dua surat Alquran, yakni Surat An Nisa’ dan Al An’am. (bersambung/dilengkapi berbagai sumber/ibnuisrofam@gmail.com/IG:kum_jp) Editor : Radar Malang Administrator
#Palestina dan Yordania #Halhul #Nabi Yunus #Sembilan Hari Napak Tilas Spiritual ke Mesir #Religi