Dinamika pembuatan sequel kali ini perlu konsep yang extra dengan beberapa pertimbangan yang ada. Penulis naskah Alice In Wonderland, Liz Braswell menata ulang fantasi untuk serial Twisted Tales Disney yang mengandaikan bagaimana jika kesan gelap dan menyesatkan dalam film animasi yang disukainya itu lebih dalam.
Braswell telah menulis entri lain dalam serial Disney, termasuk The Little Mermaid, dimana Ursula mengambil alih kerajaan bawah air dan Aladdin yang tidak pernah menemukan lampunya. Tetapi ketika sampai pada Alice, dia merasa seperti telah menemukan feel yang tepat. Bahkan untuk memberikan penghargaan bahwa tidak sekadar film Disney tetapi juga warisan sastra.
Dalam perjalanannya, Alice in Wonderland memiliki basis penggemar super selama lebih dari 100 tahun. Melansir polygon.com pada Sabtu (29/8) Braswell mengatakan Alice in Wonderland telah bertahan dalam ujian waktu, bukan hanya karena dunia fantastis yang dipelintir oleh Carroll, tetapi karena Alice sendiri.
Karakter Alice dibentuk dengan tampilan karakter sebagai seorang gadis berusia sembilan tahun yang sebenarnya. Beberapa karakternya diperkuat dalam beberapa adegan yang mungkin terdengar sedikit kejam, tapi sebenarnya tidak. Seperti saat dia memberi tahu tikusnya "Oh, kami punya kucing peliharaan di rumah dan dia suka menangkap tikus kecil". Itu adalah hal yang akan dikatakan seorang gadis kecil tanpa menyadari bahwa dia sedang bersikap kasar kepada seekor tikus.
Sejak awal karakter Alice digambar dengan sangat realistis yang menambatkan semua hal tidak masuk akal yang terjadi di sekitarnya. Terlepas dari itu, Alice adalah penyelamat bagi negeri ajaib, bertekad untuk menghentikan ratu dan mencari tahu dimana tempatnya di kedua dunia.
Penulis: Sitta Channa Editor : Shuvia Rahma