Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bahaya Merkuri di Skincare, Ini Penjelasan Dokter Kecantikan

Editor : Hendarmono Al S. • Sabtu, 5 September 2020 | 13:01 WIB
BAHAYA MERKURI: dr Christine Icasia M.Biomed AAM memberikan keterangan kepada awak media seusai menjadi pembicara di kafe Kaliwatu Kota Batu, Jumat (5/9) sore. (Foto: Ulfa Afrian/Radar Malang)
BAHAYA MERKURI: dr Christine Icasia M.Biomed AAM memberikan keterangan kepada awak media seusai menjadi pembicara di kafe Kaliwatu Kota Batu, Jumat (5/9) sore. (Foto: Ulfa Afrian/Radar Malang)
KOTA BATU- Di era millenial ini sebagian besar perempuan berpatokan pada kulit putih sebagai simbol kecantikan. Sehingga, banyak perempuan bergantung pada skincare yang di dalamnya mengandung banyak merkuri.

Berangkat dari hal tersebut, Jumat (4/9) sore, dr Christine Icasia M.Biomed AAM mengupas tuntas bahaya pemakaian skincare yang mengandung merkuri dengan mengusung tema healty skin is always in because you deserve to be glow.

Edukasi oleh dr Christine bertujuan untuk mengubah mindset kebanyakan orang yang mengenyampingkan kesehatan kulit demi terlihat cantik. Acara yang digelar di kafe Kaliwatu Kota Batu itu diikuti sekitar 40 peserta. Ikut hadir Manager Marketing dan Public Relation Jatim Park Group Titik S. Ariyanto yang juga berbagi pengalaman tentang dampak menggunakan skincare bermerkuri.

Dokter Christine menjelaskan, ciri-ciri skincare yang mengandung merkuri di antaranya lengket, berbau tajam, warnanya mencolok, tidak menyatu atau teksturnya kasar, dan hasilnya cepat namun tidak baik untuk jangka panjang.

Biasanya, dia melanjutkan, dampak dari skincare yang banyak merkuri itu bisa menyebabkan kanker kulit, gagal ginjal, flek hitam, berbahaya bagi janin, dan mukanya bernanah. "Yang paling terlihat kulitnya jadi tipis," ungkapnya.

Banyaknya dampak buruk yang disebabkan skincare bermerkuri tersebut, mendorong dokter Christine mengedukasi tentang bahaya merkuri ini. Agar, masyarakat yang suka produk instan itu menyadari dampaknya.

Terlebih, ia menilai, sejauh ini masih banyak yang belum mengerti tentang bahaya merkuri.

Pewarta : Ulfa Afrian Editor : Editor : Hendarmono Al S.
#bahaya mercuri #Kota Batu #kafe Kaliwatu #skincare #RMOC #mercuri