"Saya rasa untuk semua alat ukur yang beredar di pasaran bisa dikaibrasi naik atau turun. Karena semua alat ukur itu standardnya bisa dikalibrasi. Tapi juga ada yang dibuka dan ada yang ditutup hanya bisa diakses oleh tenaga ahli tertentu untuk kalibrasi," ujar Arya Dega ketika dihubungi Radar Malang Online melalui telepon.
Ia menegaskan, saat kalibrasi suhu, pastikan angka pada posisi 0, jangan sampai ada penambahan apapun. Sebab jika ada penambahan, misalnya angka kalibrasi diubah dari O, menjadi 2, maka akan ada penambahan suhu hingga 2 derajat. "Suhu normal saya 35 an derajat, tapi saat angka kalibrasi saya tambahin 2,7 derajat, maka suhu saya jadi 37.7 derajat. langsung karantina dong," kata dia.
Sehingga apabila hasil cek suhu tidak wajar, Arya Dega menyarankan agar mencermati akurasi thermogun, kecuali jika memang merasakan gejala demam seperti keringat dingin dan menggigil.
"Namun jika anda tidak merasakan gejala apa-apa tetapi ketika di cek suhunya tinggi. Cobalah meminta dengan halus ke petugas untuk di cek lagi. Jika hasilnya sama, maka cobalah menanyakan berapa kalibrasi dari Thermogun tersebut. Karena jika memang suhu benar-benar tinggi, dapat dilihat dari wajah yang memerah atau mata yang sedikit berair," ungkapnya.
Arya juga mengatakan, tak sedikit pula dari kawan-kawannya yang terkadang membawa alat ukur suhu sendiri karena takut ditipu. "Memang tidak ada salahnya jika membawa alat ukur sendiri karena takut hasil yang tidak akurat," Ujarnya.
Unggahannya yang viral itu juga sebenarnya dibuat karena iseng. Kebetulan adiknya yang memiliki rental kostum membutuhkan thermogun. Nah ia yang memahami bidang komponen elektronik tersebut, muncul ide untuk membuat review thermogun
"Awalnya lagi ramai orang nyari thermogun di toko online sampe pada tanya-tanya yang murah apa ya mereknya. Tidak lama kemudian adik saya beli harga Rp 300 ribuan. Karena mumpung rame banyak yang butuh review thermogun," tandasnya.
Pewarta: Errica Vannie Editor : Shuvia Rahma