"Gue waktu itu pernah ditawarin, pada saat gue lagi promo Overdose (single bersama Chris Brown). Mereka itu kalau promote di strip club, menurut mereka 'it's fine'. Karena it's part of the promotion," cerita Agnez.
Ia pun mengungkapkan keberatannya pada label dan manajemen yang menaunginya, bahwa tampil di kelab telanjang bukanlah tempatnya. Kendati demikian, ia enggan disebut menghakimi seseorang.
"Tapi gilanya, pada saat itu gue ditelepon sama label gue dan dibilang eh ada 3 strip clubs yang mau lo dateng cuma 30 menit walk through, lo dateng, DJ-nya playing your song and then you're out. It's not even performing. 25 ribu dollar one strip club," urai Agnez lagi.
Agnez melanjutkan, saat mengungkapkan keberatannya, label dan manajemen mengaku pasang muka terkejut. "Lo tahu nggak mukanya orang-orang itu pas gue ngomong i'm sorry i can't do that. Mukanya mereka kayak, wait what? Karena buat mereka kayak kerjaan, part of the job," kisah Agnez.
Selama di AS, Agnez mengaku selektif memilih di mana dirinya harus tampil. Setidaknya, ada sekitar 50 persen jadwal yang akhirnya ia tak penuhi karena merasa bertentangan dengan prinsip dan keyakinannya.
"Padahal alasan sebenarnya adalah karena I have to say no to those things that dont represent me as a child of God. Dan saat itu, gue berdoa ke Tuhan, Tuhan waktu itu sebelum pindah ke US, gue cari konfirmasi dari lu dan 3 weeks in a row pendeta gue berfirman tentang hal-hal yang mengkonfirmasi gue bahwa gue harus ke tanah (tanda kutip) perjanjian," urai Agnez lagi.
Pengalaman tersebut sempat membuat Agnez terpikir bahwa dunia hiburan tak cocok dengan dirinya. Ada terbersit keinginan dari mantan penyanyi cilik ini untuk mengakhiri kariernya di bawah sorot lampu dan kamera.
Agnez Mo mengatakan, akhirnya ada pernyataan yang ia terima dan yakini sampai sekarang usai diberikan sebuah buku oleh salah seorang rekannya. Buku itu membuat dirinya semakin yakin akan kuasa Tuhan dan mengenali dirinya sendiri.
"Akhirnya gue bilang, ok God. Gue akan tetap berjalan dengan hati yang bersyukur," pungkas Agnez Mo.
Penulis: Inifia
Editor : Shuvia Rahma