Tujuan dari merubah kepribadian biasanya agar menjadi lebih mudah bergaul atau lebih terorganisir. Lalu, bisakah seseorang dengan sengaja merubah kepribadiannya? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perubahan kepribadian memang dapat dilakukan. Penelitian lain justru memberikan hasil yang lebih beragam dan beberapa bahkan menunjukkan perubahan ke arah yang berlawanan dan tidak diinginkan.
Mengutip dari PsychologyToday, Senin (8/2), sebuah studi yang dilakukan Lucke dan timnya di tahun 2020 berusaha memprediksi dua aspek tujuan perubahan kepribadian. Ada dua hipotesis dalam penelitian mereka. Pertama, kepentingan tujuan. Yaitu seberapa penting dan diinginkannya untuk mengubah sifat itu. Kedua, kelayakan tujuan. Yaitu seberapa mungkin dan layak untuk mengubah sifat itu.
Komponen penting dalam riset tersebut ada pada kehidupan sehari-hari seseorang. Jika tujuan perubahan itu penting dan atau masih dapat dilakukan oleh orang-orang, mereka kemungkinan besar akan mengubah kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan tersebut akan menggantikan kebiasaan pikiran, perasaan, dan perilaku mereka.
Lucke dan timnya lalu menguji hipotesis mereka dengan penelitian yang berlangsung selama dua tahun. Namun hasil yang mereka dapatkan justru berlawanan dengan prediksi awal mereka. Pertama, orang-orang dengan tujuan perubahan yang lebih jelas cenderung tidak berubah ke arah yang diinginkan. Kedua, meskipun tujuan perubahannya penting dan layak, tidak tentu juga dapat mengubah kepribadian seseorang menjadi lebih baik.
Lalu apakah harus tetap berusaha untuk mengubah beberapa aspek dalam kepribadian? “Yang terpenting tujuan perubahan harus sespesifik mungkin. Jangan terlalu abstrak agar memotivasi mengubah rutinitas harian,” ujar Janina Larissa Buhler, seorang psikologis, kepada PsychologyToday.
Penulis: Aulia Hamazunnisa
Editor : Ahmad Yani