Hasil penelitian menunjukkan skor kesopanan netizen Indonesia memburuk delapan poin, dari 67 pada tahun 2019 menjadi 76 pada tahun 2020. Ini berarti semakin tinggi skor maka semakin rendah kesopanan.
Atas perolehan skor itu, warganet Indonesia berada di posisi terendah atau paling tidak sopan jika dibandingkan dengan negara Asia Tenggara lainnya dan menempati urutan ke 29 dari 32 negara.
Sementara netizen Singapura dinyatakan paling sopan se-Asia Tenggara dengan perolehan poin 59, di urutan kedua Malaysia dengan skor 63, disusul Filipina dengan skor 66, lalu Thailand dengan skor 69, serta Vietnam di atas Indonesia dengan skor 72.
Merangkum dari Microsoft, Kamis (25/2), kemunduran tingkat kesopanan warganet Indonesia paling banyak didorong oleh pengguna usia dewasa dengan persentase 68 persen. Sedangkan usia remaja diketahui tidak ikut menyumbang mundurnya tingkat kesopanan tersebut.
Tidak hanya itu, dalam riset tersebut disebutkan ada tiga faktor yang memengaruhi risiko kesopanan di Indonesia. Paling tinggi yaitu hoaks dan penipuan sebesar 47 persen, kemudian ujaran kebencian dengan presentase 27 persen, dan terakhir adalah diskriminasi sebesar 13 persen.
Namun, kabar baiknya hasil laporan ini menyebut bahwa tingkat empati di Indonesia naik 11 poin dari tahun lalu dan selama pandemi, empat dari 10 responden mengaku tingkat kesopanan digital di Indonesia membaik.
Sebelumnya, Digital Civility Index tahun 2020 adalah riset ke lima kalinya dilakukan Microsoft yang bertujuan mengukur tingkat kesopanan warganet di dunia maya. Tahun ini riset dilakukan pada April-Mei 2020 serta menyasar 16.000 responden yang tersebar di 32 negara. Adapun dalam prosesnya, para responden diberikan pertanyaan untuk empat kategori yakni perilaku, seksual, reputasi, dan gangguan atau personal.
Penulis : Gilang Ilham Editor : Ahmad Yani