Dokter Dhelya Widasmara SpKK (K) mengatakan, pigmen kulit yang dimiliki manusia berbeda-beda. Pigmen kulit orang Korea yang putih akan berbeda jauh dengan kulit orang Afrika. Sehingga tidak mungkin, orang Afrika menjadi seputih orang Korea.
Begitu pula orang Indonesia. Keinginan untuk tampil putih membuat banyak orang sering menggunakan produk krim pemutih wajah dari klinik atau dokter abal-abal. Sehingga kulit nampak terlihat putih mengilap dari biasanya.
Perempuan yang akrab disapa Dokter Lala saat menjadi bintang tamu di Halo Doc, Malang Beauty Week 2021 yang disiarkan di Youtube Channel Radar Malang Online menyebut, sebelum memutuskan untuk memakai produk pemutih wajah, konsumen harus memperhatikan beberapa hal penting.
"Krim pemutih wajah itu kandungannya beda-beda, dan harus ada BPOM nya. Maka, harus tahu siapa dokternya, dan kliniknya terpercaya atau tidak," rinci dia.
Untuk mengetahui dokter dan klinik itu terpercaya bukan abal-abal, menurutnya dokter tersebut harus memiliki surat ijin praktek. "Dokter itu bisa dipercaya jika mereka mempunyai surat ijin praktek dan cek website dulu untuk memastikan nama apakah benar-benar terpercaya," tambahnya.
Ia menambahkan, sebisa mungkin perawatan kulit dilakukan secara bertahap. Hindari produk maupun treatment yang menawarkan perawatan dengan hasil instant. Hasil yang instant akan membawa risiko yang tak kecil.
Menurutnya, konsumen harus paham terkait konsep tersebut agar tak terjerumus ke layanan klinik abal-abal.
"Sangat penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai produk dan klinik abal-abal ini, karena itu termasuk untuk menjaga kesehatan kulit yang dimiliki. Salah satu cara edukasi, ya lewat kegiatan seperti Malang Beauty Week ini," ujarnya.
Ia menambahkan, konsep perawatan kulit adalah investasi jangka panjang. Kaum hawaharus bisa menjaga kesehatan kulit secara perlahan dan tekun, seperti menjalin hubungan.
"Jika disuruh memilih skincare atau make up, lebih ke skincare karena Investment jangka panjang, make up itu cuma sementara," pungkas dia.
Pewarta : Roisyatul Mufidah Editor : Shuvia Rahma