Sebab, selera desain nail art setiap tahun berubah dan ada beberapa gebrakan baru.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat nail art glass sempat diminati. Modelnya memiliki warna yang mengkilap dan terkesan glamour.
Model yang selalu ada setiap tahunnya yakni warna nude atau menyesuaikan warna kulit alami manusia.
”Banyak juga yang minta nail art terserah,” imbuhnya.
Sehingga dia harus mencari model yang cocok dengan bentuk dan kulit tangan customer-nya.
Setiap hari, studio nail art-nya di Jalan Melati, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang bisa menangani 10 hingga belasan customer.
Ada empat nailist, termasuk dirinya yang mengerjakan permintaan customer.
Harga nail art setiap lima kuku dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu.
Tergantung kesulitan desainnya.
”Yang paling mahal kalau pakai premium chain,” imbuhnya.
Tidak hanya datang ke studio, dia juga banyak mendapatkan pesanan untuk dikirim ke luar kota.
Biasanya, customer hanya mengirimkan ukuran kuku dan model yang dikehendaki.
Berbeda dengan Regine, di Cosmopolish Studio permintaan nail art paling banyak yakni model dan warna yang simple.
”Saat ini yang sedang tren Japanese nail art dan fairy nail,” tutur Melia, Owner Cosmopolish Studio. Keduanya, kata Melia memiliki model yang sederhana.