Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serba-serbi Nail Art di Kota Malang: Tren Bisa Berganti dalam Hitungan Hari

Bayu Mulya Putra • Senin, 12 Agustus 2024 | 18:40 WIB

PEMINAT MENINGKAT: Studio nail art di Jalan Melati, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang bisa melayani belasan customer dalam satu hari.
PEMINAT MENINGKAT: Studio nail art di Jalan Melati, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang bisa melayani belasan customer dalam satu hari.

Nail artist atau penghias kuku harus rajin belajar. Sebab, model hiasan kuku terus berkembang, bahkan dalam hitungan hari. Berikut ulasannya.

SEJAK 2020 Regine Christya menyandang predikat sebagai nail artist atau nailist.

Keterampilan utamanya yakni menghias kuku.

Selama empat tahun menggeluti bidang tersebut, dia wajib mengikuti tren nail art yang terus berkembang.

Baca Juga: Presiden Direktur RH Medica Group Pelajari Ilmu Kecantikan dan Anti-Aging sampai ke Inggris

Kebanyakan, kiblat nail art dari Korea Selatan atau Jepang.

Sementara media sosial seperti TikTok dan Instagram menjadi sumber tren model nail art tersebar.

Regine juga sering mendapat permintaan hiasan kuku seperti yang ada di media sosial.

”Saat ini yang paling diminati model Y2K,” tuturnya.

Y2K merupakan istilah untuk menyebut tahun 2000 (singkatan dari year 2000).

Model tersebut memiliki perpaduan warna-warna cerah seperti pink, orange, biru muda, hingga lime. Selain itu juga identik dengan blink-blink.

Dengan warna -warna yang cenderung menyala tersebut, Regine harus teliti di setiap perpaduannya.

”Bagian cukup sulitnya membuat perpaduan yang harmonis,” imbuhnya.

Apabila tidak pas, maka warna-warna tersebut akan memberikan kesan aneh.

Menurutnya, tren nail art Y2K tersebut banyak diketahui dari tren di Korea Selatan.

Selain belajar dengan melihat referensi di internet, dia juga sering mengikuti pelatihan.

Mulai dari pelatihan online maupun offline.

Dia pernah mengikuti pelatihan di Surabaya, Jakarta, hingga Jepang.

Menurutnya, menjadi nailist tidak bisa berhenti belajar.

Baca Juga: Jangan Terlalu Sering Begadang, Berikut Pentingnya Tidur yang Cukup untuk Kesehatan dan Kecantikan Kulit

Sebab, selera desain nail art setiap tahun berubah dan ada beberapa gebrakan baru.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, saat nail art glass sempat diminati. Modelnya memiliki warna yang mengkilap dan terkesan glamour.

Model yang selalu ada setiap tahunnya yakni warna nude atau menyesuaikan warna kulit alami manusia.

”Banyak juga yang minta nail art terserah,” imbuhnya.

Sehingga dia harus mencari model yang cocok dengan bentuk dan kulit tangan customer-nya.

Setiap hari, studio nail art-nya di Jalan Melati, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang bisa menangani 10 hingga belasan customer.

Ada empat nailist, termasuk dirinya yang mengerjakan permintaan customer.

Harga nail art setiap lima kuku dimulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu.

Tergantung kesulitan desainnya.

”Yang paling mahal kalau pakai premium chain,” imbuhnya.

Tidak hanya datang ke studio, dia juga banyak mendapatkan pesanan untuk dikirim ke luar kota.

Biasanya, customer hanya mengirimkan ukuran kuku dan model yang dikehendaki.

Berbeda dengan Regine, di Cosmopolish Studio permintaan nail art paling banyak yakni model dan warna yang simple.

”Saat ini yang sedang tren Japanese nail art dan fairy nail,” tutur Melia, Owner Cosmopolish Studio. Keduanya, kata Melia memiliki model yang sederhana.

Baca Juga: Manfaatkan KUR BRI, Zialova Batik Sukses Bertransformasi Jadi Produsen Fashion Lokal Favorit di Pekalongan

Japanese nail art memiliki warna mayoritas nude dengan hiasan yang tidak begitu mencolok.

Sedangkan fairy nail lebih girly dengan sentuhan glitter.

Pilihan warna kutek sangat bervariasi.

Setidaknya ada lebih dari 200 warna yang tersedia.

”Tren desain nail art ini terus berkembang hampir setiap hari,” tuturnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#menghias kuku #tren #Kota Malang #Nail Artist