Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengenal Dewi Themis Sang Perlambangan Keadilan, Hukum, dan Ketertiban dari Mitologi Yunani

Aditya Novrian • Selasa, 27 Agustus 2024 | 01:00 WIB
Photo
Photo

RADAR MALANG - Apakah kalian familiar dengan patung seorang wanita dengan mata tertutup yang membawa timbangan dan pedang?

Patung ini sering ada di lembaga-lembaga hukum seperti pengadilan dan kantor pengacara di berbagai negara, salah satunya di Indonesia.

Tapi apakah kalian tahu siapa sosok dibalik patung itu atau entitas apa patung itu sebenarnya? 

Patung tersebut adalah patung dari dewi keadilan yang juga melambangkan hukum dan ketertiban. Ada beberapa versi dari dewi ini, yaitu versi dari bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir.

Dalam mitologi Romawi, ia dikenal sebagai Dewi Justicia, sedangkan dalam mitologi mesir kuno, ia dikenal sebagai Dewi Ma’at, dan yang kita lihat sampai saat ini adalah versi yunani dari patung ini yaitu Dewi Themis. 

Baca Juga: Dapat Luka Ringan di Perut Saat Demo Kawal MK di Depan DPRD Kota Malang, Begini Kondisi Presiden BEM UB

Penggunaan patung Dewi Themis sebagai lambang keadilan, hukum, dan ketertiban ini tidak terjadi begitu saja.

Hal ini bisa diusut kembali ke masa religi kuno dimana mereka menyembah dewa-dewi yang dianggap dapat mensejahterakan kehidupan mereka.

Ada banyak versi yang menceritakan mengenai Dewi Keadilan ini. Dilansir dari Britannica, Themis merupakan penjaga ketertiban dan mengawasi ritual upacara di Olympus.

Selain itu, dalam kisah Cypria yang hilang, ia bersama Zeus merencanakan perang troya untuk mengatasi kelebihan populasi. 

Dalam karya Hesiod yang berjudul Theogony, diceritakan ia adalah putri dari Ouranos dan Gaea.

Ia juga merupakan permaisuri kedua Zeus dan ibu dari para Moirai, namun di cerita lainnya ia adalah ibu dari para peri Hesperides.

Versi lainnya juga ada pada karya Aeschlyus, Eunimedes dan Prometheus. Pada versi tersebut, ia lebih sering dikaitkan dengan Gaea. 

Patung dari Dewi Themis ini memiliki filosofi yang cukup dalam.

Dewi Themis yang berdiri tegak dalam balutan Chiton elegan melambangkan sifat seorang dewi yang anggun dan luhur, sama seperti sang dewi, hukum diharapkan menjadi sesuatu yang lembut dan menghadirkan keadilan untuk masyarakat.

Bukan menjadi sesuatu yang ditakuti. Timbangan dan neraca yang ia angkat melambangkan hukum sebagai penyeimbang, dalam hukum semua orang itu sama, maka semua fakta, bukti, dan argumen menjadi pertimbangan dalam pengambilan sebuah keputusan. 

Baca Juga: Mahasiswa Kota Malang Berkomitmen Terus Kawal Putusan MK

Dewi Themis juga membawa sebilah pedang, namun tidak seperti neraca, pedang yang dibawanya tidak ia angkat yang diartikan bahwa pedang tersebut meskipun sebuah senjata, tapi tidak mengancam.

Lebih tepatnya hukum tidak mengancam, seperti sebilah pedang, hukum juga bisa menjadi sebuah senjata untuk melawan ketidakadilan.

Dan yang terakhir adalah mata Dewi Themis yang ditutup sebuah kain yang melambangkan bahwa hukum seharusnya memberikan keadilan kepada siapapun tanpa memandang latar belakangnya. (Vella)

Editor : Aditya Novrian
#Dewi Themis #Kawal Putusan MK #Lambang Hukum #Patung Pembawa Neraca #mitologi yunani