RADAR MALANG-Liam Payne, mantan anggota boyband populer One Direction ditemukan tewas di Buenos Aires setelah terjatuh dari balkon sebuah hotel. Insiden tragis ini terjadi di Hotel Casa Sur di daerah trendi Palermo, Buenos Aires.
Insiden terjadi pada Rabu siang lokal waktu Argentina. Polisi diberitahu seorang pria agresif yang mungkin berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol.
Ketika tim medis darurat tiba di lokasi, mereka menemukan tubuh Liam Payne di halaman interior hotel. Polisi Buenos Aires mengatakan bahwa Liam Payne jatuh dari balkon kamarnya di lantai tiga Hotel Casa Sur.
Direktur Layanan Medis Darurat Alberto Crescenti mengatakan bahwa Liam Payne menderita cedera serius yang tidak dapat disembuhkan. Tim medis darurat tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Kronologi Insiden
Panggilan Darurat: Polisi Buenos Aires menerima panggilan darurat tentang seorang pria agresif yang mungkin berada di bawah pengaruh obat-obatan atau alkohol.
Tim Medis Darurat: Tim medis darurat tiba di lokasi dan menemukan tubuh Liam Payne di halaman interior hotel.
Konfirmasi Kematian: Dirjen Layanan Medis Darurat Alberto Crescenti mengonfirmasi bahwa Liam Payne telah meninggal dunia akibat cedera serius yang dideritanya.
Penyelidikan: Pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui lebih lanjut tentang insiden tragis ini, termasuk apakah jatuhnya adalah kecelakaan atau disengaja.
Berita kematian Liam Payne menyebabkan reaksi besar di kalangan penggemar dan industri musik. Banyak orang mengucapkan bela sungkawa dan mengabadikan kenangan baik tentang sang artis.
Selebriti lainnya juga bereaksi dengan duka cita atas kehilangan Liam Payne. Mereka mengirimkan pesan-pesan bela sungkawa melalui media sosial.
Liam Payne lahir di Wolverhampton, Inggris, dan menjadi salah satu anggota One Direction yang membentuk grup boyband populer ini melalui ajang X Factor tahun 2010. Setelah hiatus, Liam Payne melanjutkan kariernya secara solo dengan merilis beberapa single hits seperti "Strip That Down" dan "For You" bersama Rita Ora. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian