RADAR MALANG - Falling In Reverse, band rock asal Las Vegas yang dibentuk pada tahun 2008 telah mengalami perjalanan yang dramatis. Dari pembangkang menjadi pelopor dalam industri musik. Dipimpin oleh vokalisnya yaitu Ronnie Radke, band ini tidak hanya dikenal dengan musiknya yang energik, tapi juga karena kisah hidup yang penuh liku.
Perjalanan Falling In Reverse dimulai ketika Ronnie Radke menjalani hukuman penjara pada tahun 2008 karena pelanggaran probation. Selama masa tahanan, Radke memanfaatkan waktu untuk menulis lagu dan membentuk band dengan nama awal From Behind This Walls.
Setelah dibebaskan pada bulan Desember 2010, ia segera merekrut orang baru dan mengubah nama band menjadi Falling In Reverse. Hanya delapan hari setelah mereka keluar dari penjara, mereka mulai merekam album debut di Orlando.
Pada tahun 2011, Falling In Reverse merilis album debut mereka, "The Drug in Me Is You," dan langsung mendapatkan perhatian besar. Album ini berhasil menduduki peringkat 19 di Billboard 200 dan terjual sebanyak 18.000 kopi dalam minggu pertama.
Single seperti "Raised by Wolves" dan "I'm Not a Vampire" menjadi favorit penggemar karena menunjukkan kombinasi unik antara post-hardcore dan elemen pop-punk.
Seiring berjalannya waktu, Falling In Reverse terus melakukan inovasi dengan gaya musik mereka. Album kedua mereka, "Fashionably Late," dirilis pada tahun 2013 dan menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih beragam karena menggabungkan rap dan elemen elektronik.
Dalam beberapa tahun berikutnya, mereka merilis album baru yaitu "Just Like You" (2015) dan "Coming Home" (2017), masing-masing menampilkan perkembangan dalam lirik dan komposisi musik.
Kolaborasi dengan musisi lain juga menjadi bagian penting dari perjalanan mereka. Salah satu yang menjadi momen ikonik adalah single "Drugs," yang menampilkan Corey Taylor dari Slipknot. Lagu ini memperlihatkan Radke dalam menggabungkan berbagai genre dalam satu karya.
Perjalanan Falling In Reverse tidak selalu mulus. Mereka mengalami banyak tantangan pribadi dan perubahan formasi, termasuk kehilangan gitaris Derek Jones pada tahun 2020.
Namun, setiap rintangan justru memperkuat tekad mereka untuk berkarya. Lirik-lirik seringkali mencerminkan perjuangan mental dan pengalaman hidup yang sulit, hal itu menjadikan musik mereka relevan bagi banyak orang.
Pada tahun 2023, Falling In Reverse merilis single baru "Watch The World Burn," yang menunjukan kombinasi rap, vokal pop, dan suara metal yang brutal. Lagu ini menjadi salah satu performa terbaik mereka di tangga lagu, mencapai posisi 83 di Billboard Hot 100.
Dari Pembangkang menjadi pelopor, perjalanan Falling In Reverse adalah contoh nyata bagaimana menghadapi tantangan dapat menghasilkan karya yang inspiratif. Dengan semangat inovatif dan keberanian untuk berubah, band ini terus menggungcang dunia musik dengan karya-karya yang penuh emosi dan makna. (Adrian Irfan Pratama)
Editor : Aditya Novrian