Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Zedd dan Muse Ciptakan Lagu "1685", Gabungan Antara Doa Klasik Gereja dan Musik Modern

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Selasa, 29 Oktober 2024 | 01:00 WIB
Cover lagu
Cover lagu

RADAR MALANG - Produser musik dan DJ asal Jerman, Zedd, resmi merilis album ketiganya "Telos" pada 30 Agustus 2024.

Sebagai penutup album ini, Zedd berkolaborasi dengan Muse, grup musik senior genre rock asal Inggris, untuk menciptakan lagu "1685".

Lagu "1685" karya Zedd dan Muse ini memiliki komposisi dan latar belakang yang menarik.

 

Mereka mentransformasi melodi karya klasik menjadi sebuah beat khas genre Electronic Dance Music (EDM).

Lebih spesifik, karya klasik tersebut adalah "Prelude in C Major" milik Johann Sebastian Bach.

Sebagai informasi, Bach juga merupakan komposer asal Jerman, negara yang sama dengan Zedd.

Kemudian, karya klasik Bach ini dikembangkan Charles Gounod menjadi sebuah instrumen dari doa tradisional Gereja Katolik.

Doa itu adalah "Ave Maria".

Komposisi doa klasik ini menggunakan bahasa Latin dan dirilis pada 1859 silam.

Tahun ini, karya tersebut diproduksi ulang oleh Zedd dengan judul 1685 menggunakan gaya musik modernnya.

Penyanyi utama Muse, Matt Bellamy, menyumbangkan suaranya dengan menyanyikan lirik dari lagu ini.

Tak lupa pula bassis dan drummer Muse, Chris Wolstenholme dan Dominic Howard, juga turut berpartisipasi untuk memperkuat instrumen dalam lagu kolaborasi ini.

Dilansir dari Associated Press, Zedd sudah lama ingin bekerja sama dengan Muse dalam memproduksi musik.

"Mereka [Muse] merupakan kumpulan dari orang-orang yang paling berpengaruh bagi saya," ujar Zedd.

"Jadi, bagi saya, dapat bekerja sama dengan Matt Bellamny adalah sebuah mimpi, dan juga dengan seluruh [anggota] band," tambahnya.

"Ave Maria" versi Gounod ini juga merupakan karya klasik favorit Zedd.

Awalnya Zedd ingin lagu berjudul 1685 ini jadi sebuah musik instrumental saja.

Namun, ada pengecualian jika ia bekerja sama dengan Muse.

Sebab, menurut Zedd, Muse memiliki keahlian untuk memproduksi ulang karya klasik menjadi karya mereka sendiri yang berkualitas.

"Jika saya ingin memproduksi ulang karya klasik favorit saya, saya hanya akan melakukannya dengan seseorang yang dapat melakukan itu dengan baik," jelas Zedd.

(CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#muse #musik modern #zedd #gabungan antara #1685 #doa klasik gereja #Ciptakan Lagu