Belakangan, media sosial TikTok ramai memperbincangkan gelar Ph.D. yang dimiliki oleh dokter Richard Lee.
Beberapa pihak, termasuk seorang dokter yang dikenal dengan nama Dokter Detektif (Doktif), mempertanyakan kejelasan gelar tersebut dan asal universitas tempat Richard Lee meraihnya.
Dokter Richard Lee, seorang dokter kecantikan yang terkenal karena aksinya mengungkap merek-merek skincare abal-abal, kini tengah berseteru dengan Doktif.
Konflik bermula saat Doktif menyatakan bahwa Richard, yang selama ini dikenal sebagai pelawan produk skincare palsu, justru memesan produk dari sebuah pabrik yang sebelumnya ia sebut sebagai produsen skincare abal-abal.
Baca Juga: Waspadai Skincare Overclaim, Akun Dokter Detektif di TikTok Bongkar Rahasia
Tuduhan ini menjadi awal dari rangkaian ketegangan yang berujung pada Doktif mempertanyakan gelar Ph.D. Richard Lee.
Dalam sebuah video di TikTok, Doktif menyinggung asal gelar Richard Lee, yang diperoleh dari Atlantic International University. Menurutnya, universitas tersebut sudah terkenal dengan praktik jual beli gelar.
“Gelarnya mana, dek? Dari mana? Kalau misalnya dari Atlantic University, itu terkenal banget universitasnya jual beli gelar, Dek,” ujar Doktif dalam video di akun TikTok @DokterDetektif.
Seorang ahli nutrisi sekaligus dosen dari Universitas Padjadjaran, Felix Zulhendri, yang juga memiliki gelar Ph.D., turut mengomentari keabsahan gelar tersebut.
Berdasarkan penelusurannya, Felix menyebutkan bahwa Atlantic International University dianggap sebagai universitas ilegal di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, termasuk Texas.
“Degree dari universitasnya itu ilegal untuk dipakai di negara bagian Texas,” jelas Felix melalui akun TikTok pribadinya @felix.zulhendri. Ia menambahkan bahwa informasi tentang universitas ini dapat ditemukan dengan mudah melalui pencarian di internet.
Dokter Richard Lee menanggapi kontroversi ini dengan klarifikasi. Dalam sebuah unggahan di akun TikTok-nya, @drrichardlee, ia menyatakan bahwa dirinya tidak berniat menggunakan gelar tersebut untuk bekerja di Amerika atau mendapatkan pekerjaan.
Ia hanya ingin menambah ilmu. “Kalau dibilang itu ilegal di Amerika, kan gua bukan mau ngelamar kerja di Amerika. Aku cuma ingin belajar, ingin cari ilmu,” katanya. Richard juga meminta maaf kepada publik jika riwayat pendidikannya mengecewakan. (Silvia)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana