Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hindari 5 Makanan Ini Saat Berbuka Puasa agar GERD Tak Kambuh!

Aditya Novrian • Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:30 WIB
Ilustrasi seorang pria Muslim yang sedang kesakitan. (freepik.com)
Ilustrasi seorang pria Muslim yang sedang kesakitan. (freepik.com)

RADAR MALANG—Berbuka puasa adalah momen yang dinanti-nantikan setelah seharian menahan lapar dan dahaga.

Namun, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), pemilihan makanan saat berbuka sangat krusial untuk mencegah kambuhnya gejala seperti rasa panas di dada dan asam lambung naik. Berikut adalah lima jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka puasa bagi penderita GERD:

Makanan Pedas

Ilustrasi makanan pedas. (freepik.com)
Ilustrasi makanan pedas. (freepik.com)

Makanan pedas dapat mengiritasi lambung dan memicu peningkatan produksi asam lambung. Konsumsi makanan pedas saat perut kosong, seperti saat berbuka puasa, dapat menyebabkan gejala GERD semakin parah. Oleh karena itu, sebaiknya hindari makanan yang mengandung banyak cabai atau rempah-rempah pedas saat berbuka.

Makanan Berlemak dan Digoreng

Ilustrasi makanan gorengan. (freepik.com)
Ilustrasi makanan gorengan. (freepik.com)

Makanan yang tinggi lemak, terutama yang digoreng, memerlukan waktu lebih lama untuk dicerna oleh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada lambung dan memicu refluks asam. Contoh makanan yang sebaiknya dihindari antara lain gorengan, makanan cepat saji, dan hidangan bersantan kental.

Makanan Asam

Ilustrasi makanan asam. (freepik.com)
Ilustrasi makanan asam. (freepik.com)

Makanan dengan rasa asam, seperti jeruk, tomat, atau makanan yang diawetkan dengan cuka, dapat meningkatkan keasaman lambung. Bagi penderita GERD, konsumsi makanan asam saat berbuka puasa dapat memicu gejala seperti nyeri ulu hati dan rasa terbakar di dada. Sebaiknya, pilih buah-buahan yang manis dan rendah asam sebagai alternatif.

Minuman Berkafein

Ilustrasi segelas iced coffee. (freepik.com)
Ilustrasi segelas iced coffee. (freepik.com)

Kafein yang terdapat dalam kopi, teh, dan beberapa minuman bersoda dapat merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah, sehingga mempermudah asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan produksi asam lambung. Untuk mencegah kambuhnya gejala GERD, sebaiknya hindari minuman berkafein saat berbuka puasa.

Makanan Tinggi Garam

Ilustrasi makanan yang ditaburi garam. (freepik.com)
Ilustrasi makanan yang ditaburi garam. (freepik.com)

Makanan yang mengandung garam berlebihan, seperti makanan olahan atau makanan cepat saji, dapat meningkatkan rasa haus dan menyebabkan dehidrasi. Selain itu, konsumsi garam berlebih dapat memicu retensi cairan yang berdampak pada peningkatan tekanan dalam perut, sehingga memicu refluks asam. Oleh karena itu, batasi konsumsi makanan tinggi garam saat berbuka puasa.

Memilih makanan yang tepat saat berbuka puasa sangat penting bagi penderita GERD untuk mencegah kambuhnya gejala.

Disarankan untuk memulai berbuka dengan makanan ringan dan mudah dicerna, seperti kurma dan air putih, sebelum melanjutkan ke hidangan utama yang sehat dan seimbang.

Konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter untuk mendapatkan saran yang lebih spesifik sesuai kondisi kesehatan kamu. (Talita)

Editor : Aditya Novrian
#gerd #dihindari #makanan