RADAR MALANG - Sahur merupakan salah satu momen penting selama bulan Ramadan.
Selain buka puasa, sahur memiliki banyak manfaat, baik dari segi spiritual maupun kesehatan.
Namun, ada kalanya seseorang melewatkan sahur, entah karena tertidur, lupa, atau bahkan merasa malas untuk bangun.
Baca Juga: Sahur Nggak Ribet! 3 Spot Makan 24 Jam di Malang yang Wajib Dicoba
Lantas, apakah sah puasa jika dilakukan tanpa sahur?
Dalam ajaran Islam, sahur sangat dianjurkan karena memiliki keberkahan.
Hal ini ditegaskan dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh HR Ahmad:
“Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur.’”
Dari hadis tersebut, dapat disimpulkan bahwa sahur adalah sunnah yang sangat dianjurkan.
Bahkan, meskipun hanya mengonsumsi seteguk air, umat Islam tetap dianjurkan untuk melakukannya demi mendapatkan berkah dan doa dari malaikat.
Dalam pandangan berbagai mazhab Islam, sahur bukanlah syarat sah puasa, melainkan sunnah yang dianjurkan.
Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali sepakat bahwa puasa tetap sah meskipun seseorang tidak sahur.
Baca Juga: Baik untuk kesehatan, Ini 5 Manfaat Puasa yang Wajib Diketahui
Yang terpenting dalam menjalankan puasa adalah niat yang kuat serta menahan diri dari hal-hal yang membatalkannya.
Meskipun begitu, melewatkan sahur berarti kehilangan keutamaan dan pahala yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Oleh karena itu, umat Islam tetap dianjurkan untuk tidak melewatkan sahur, kecuali dalam kondisi tertentu yang tidak memungkinkan.
Selain dari segi agama, sahur juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa.
Ketika seseorang melewatkan sahur, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Biasanya, puasa berlangsung sekitar 12-14 jam, namun jika seseorang tidak sahur, tubuhnya hanya menerima asupan terakhir saat berbuka puasa, sehingga total waktu tanpa makanan bisa mencapai hampir 24 jam.
Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang signifikan, sehingga tubuh mudah lemas dan tidak bertenaga.
Selain itu, gangguan metabolisme dapat terjadi akibat kurangnya asupan energi yang cukup untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: Malu Ngobrol Saat Puasa Karena Bau Mulut? Coba Cara Ini Biar Percaya Diri Lagi!
Tidak hanya itu, risiko dehidrasi juga meningkat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau di bawah terik matahari.
Selain manfaat spiritual dan kesehatan, sahur juga dapat mempererat ikatan sosial antar sesama Muslim.
Makan sahur bersama keluarga atau teman dapat menjadi momen kebersamaan yang penuh kehangatan, serta meningkatkan rasa syukur dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa.
Puasa tanpa sahur tetap sah menurut ajaran Islam, karena yang terpenting adalah niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa.
Namun, melewatkan sahur berarti kehilangan keberkahan dan keutamaan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Selain itu, dari segi kesehatan, sahur membantu tubuh tetap bertenaga dan terhindar dari risiko dehidrasi maupun gangguan metabolisme.(fd)
Editor : Aditya Novrian